Pasien Covid-19 Ngamuk di RS Nyitdah Tabanan Bali, Sejumlah Perawat Jadi Sasaran

I Made Murya, iNews · Kamis 10 September 2020 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 10 340 2275613 pasien-covid-19-ngamuk-di-rs-nyitdah-tabanan-bali-sejumlah-perawat-jadi-sasaran-iTmPX2wqVV.jpg Rumah Sakit Nyitdah, Tabanan Bali (foto; iNews)

BALI - Seorang pasien positif covid-19 di Rumah Sakit Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali mengamuk sejak Kamis, (10/9/2020) dini hari. Akibatnya, perawat rumah sakit yang bertugas malam sempat menjadi sasaran amukan.

Pasien akhirnya bisa ditangani oleh pihak rumah sakit dibantu keluarga dan satuan Polisi Pamong Praja pada Kamis siang.

Diketahui, pasien pria ini baru dirawat selama dua hari. Karena bikin gaduh, petugas menangkap dan mengikatnya di tempat tidur agar lebih mudah dikendalikan.

Sementara pihak rumah sakit telah memeriksa kejiwaan pasien dengan mendatangkan dokter ahli jiwa. Rumah Sakit Nyitdah menjadi rujukan pasien covid-19 dengan gejala ringan di Kabupaten Tabanan. Akhirnya, pasien ditempatkan khusus di gedung utara rumah sakit ini.

Selain mengamuk dan berteriak, pasien yang diketahui memiliki riwayat depresi ini juga sempat mengancam perawat yang sedang bertugas.

Bahkan petugas keamana rumah sakit tidak bisa menangani pasien yang mengamuk ini, hingga siang hari baru bisa ditangkap bersama keluarga.

Direktur rumah sakit, dr Nyoman Wisma Brata mengatakan, pihaknya telah memberikan obat pada pasien sesuai rekomendasi dokter ahli jiwa.

Informasi dari pihak keluarga, pasien ini memang memiliki riwayat gangguan mental. Bahkan dari pemeriksaan dokter jiwa disimpulkan pasien ini memiliki gangguan mental skizofrenia akut.

Selain itu, untuk penanganan covid-19, rumah sakit nyitdah akan menambah 60 tempat tidur baru sebagai antisipasi lonjakan kasus covid-19 di wilayah tabanan.

“Untuk selanjutnya, pasien ini tetap akan dirawat di rumah sakit Nyitdah. Jadi, selain menyelesaikan masa karantina covid-19, tenaga kesehatan juga mengobati gangguan mental pasien ini,” ujar dr. Nyoman.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini