Share

Bupati Jember Bakal Tanyakan Sanksi Tak Digaji 6 Bulan ke Khofifah

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 10 September 2020 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 10 519 2275590 bupati-jember-bakal-tanyakan-sanksi-tak-digaji-6-bulan-ke-khofifah-G7MYOGFYxk.jpg Bupati Jember Faida saat berada di RSSA Malang. (Okezone.com/Avirista Midaada)

KOTA MALANG – Bupati Jember Faida mengaku berniat menanyakan langsung kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terkait sanksi tak digaji selama enam bulan itu hanya berlaku bagi dirinya. Menurutnya, seharusnya yang disanksi tidak hanya dirinya, tapi juga legislatif Kabupaten Jember.

"Saya juga herankan, rekomendasi Mendagri itu keterlambatan itu tanggung jawab bupati dan DPRD, tapi sanksi yang turun hanya untuk bupati," ujar Faida saat ditemui media di sela-sela tes kesehatan di RSUD Saiful Anwar Malang pada Kamis (10/9/2020).

Saat ditanya sanksi tersebut, Faida mengakui bila secara peraturan seharusnya legislatif juga ikut bertanggung jawab. "Kalau rekomendasi Mendagri bunyinya gitu," ucapnya.

Terkait langkah selanjutnya apakah akan menanyakannya langsung ke Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Faida mengaku masih akan berkonsultasi dan melihat salinan keputusannya.

"Saya belum pegang suratnya saya membacanya dari media sosial. Saya ada di Malang," ucapnya.

Nanti setelah selesai rangkaian tes kesehatan dan kembali ke Jember, Faida mengungkapkan akan mempelajari lagi sebelum menanyakan langsung ke Khofifah. "Setelah balik ke Jember akan kita pelajari dulu," tuturnya.

Sebagai informasi Bupati Faida oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa setelah adanya keterlambatan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Jember mengenai APBD Jember 2020.

Sanksi yang direkomendasikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut kemudian dituangkan ke surat putusan nomor 700/1713/060/2020 yang ditandatangani Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 2 September 2020.

Keterlambatan penyusunan Raperda APBD sendiri akibat DPRD Kabupaten Jember yang tak mau duduk bersama Bupati Faida lantaran disebut Faida belum menjalankan rekomendasi Mendagri Tito Karnavian.

Bupati Jember Faida sempat dimakzulkan DPRD Kabupaten Jember akibat sejumlah keputusan yang dianggap tak taat aturan. Meski dimakzulkan Bupati Jember masih tetap menjabat sampai masa jabatannya habis pada awal 2021.

Baca Juga : Tak Digaji 6 Bulan, Bupati Jember: Saya Memahami Situasi Politik

Kini Faida kembali maju dalam kontestasi Pilkada serentak 2020 melalui jalur independen. Berpasangan dengan pengusaha muda Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian) kedua pasangan ini mengantongi dukungan 245 ribu masyarakat Kabupaten Jember.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini