Dia memastikan, nama pasien Covid-19 bukan untuk khalayak umum dan menjadi rahasia petugas medis. Oleh karenanya, beredarnya informasi tersebut bukan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang.
“Semua nama pasien confirm Covid-19 kita rahasiakan kecuali untuk kepentingan penanganan medis. Dan itu ada kode etiknya bahwa nama pasien dilindungi, kan ya enggak mungkin kita sebar-sebar. Termasuk nama rumah makannya. Jika sampai tersebar, berarti ada oknum yang kurang bertanggung jawab, dan saya pastikan itu bukan dari orang Dinkes,” sambungnya.
“Saya tegaskan bahwa informasi tempat makan beserta nama-nama yang tersebar di WAG seperti sekarang ini bukan resmi dari Dinkes,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.