Rata-Rata Kematian Pasien Covid-19 di Jatim Lebihi Nasional, Ini Kata Khofifah

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 12 September 2020 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 12 519 2276694 rata-rata-kematian-pasien-covid-19-di-jatim-lebihi-nasional-ini-kata-khofifah-KnL5zal4hm.jpg Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto : Pemprov Jatim)

BATU – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa angkat bicara mengenai masih tingginya angka kematian akibat pasien Covid-19. Mantan menteri sosial mengakui bila saat ini angka kematian di Jawa Timur masih di atas rata – rata nasional.

“PR kita adalah angka tingkat kematian, yang meninggal di Jatim (presentase) 7,25 persen, nasional 4,1 persen,” ujar Khofifah saat Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Batu, Jumat (11/9/2020).

Namun Khofifah memaparkan bila angka kematian murni dari Covid-19 di Jawa Timur sebenarnya sedikit. Namun bila berkaitan komorbid jumlahnya mencapai lebih dari 2.000 kasus kematian hingga Jumat petang kemarin.

“Tapi seperti yang dijelaskan ini kalau dikurangi komorbid (penyakit penyerta) tinggal 195-196, kalau dengan komorbid, maka 2.688 orang,” terangnya.

Meski demikian, Khofifah mengaku bangga berkat kerjasama seluruh komponen di Jawa Timur, angka kesembuhan pasien Covid-19 tertinggi di Indonesia. “Ini posisi kita dibanding nasional, kesembuhan nasional 71,2 persen, kesembuhan kita 78,93 persen. Tertinggi se-Indonesia,” ucap Khofifah.

Sementara itu Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur dr. Joni Wahyuadi mengatakan banyak pasien – pasien Covid-19 dalam kondisi berat yang menyebabkan kematian disebabkan sejumlah penyakit komorbid.

Baca Juga : Pandemi Covid-19 di Indonesia Disebut Masih Gelombang Pertama

Baca Juga : Kronologi Relawan yang Sudah Disuntik Vaksin Tapi Terpapar Corona

“Penyakit yang menyebabkan kematian tinggi diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, gagal ginjal, paru, perokok virus lebih mudah masuk, orang dengan imun yang turun,” bebernya.

Pria yang juga Direktur RSUD dr. Soetomo ini juga mengungkapkan bila sebagian besar pasien – pasien Covid-19 yang ditangani di ruang ICU memiliki penyakit komorbid.

“91 persen di RS soetomo, yang masuk ICU itu dengan komorbid. Kalau ingin menurunkan kematian, maka orang-orang yang punya penyakit itu harus diisolasi jangan sampai terpapar COVID-19. Terbanyak sakit ginjal, diabetes, paru, dan penyakit jantung,” tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini