Buruh Korban PHK Kesulitan Akses Kartu Prakerja

Taufik Budi, Okezone · Rabu 16 September 2020 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 512 2278536 buruh-korban-phk-kesulitan-akses-kartu-prakerja-zt6MUukqHv.jpg Ilustrasi. Foto: Okezone

SEMARANG – Sejumlah buruh yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kota Semarang, Jawa Tengah, kesulitan mengakses program Kartu Prakerja. Banyak di antara mereka yang gagap teknologi sehingga tak bisa mendaftar secara online.

“Mereka kesulitan input data, nama, NIK, atau menjawab beberapa pertanyaan termasuk soal sinkronisasi data email. Barangkali bagi teman-teman pekerja tidak semuanya paham atau melek tentang teknologi yang mutakhir itu,” kata Sekertaris Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jateng, Syariful Imaduddin, Selasa (15/9/2020).

“Kalau jumlahnya berapa banyak yang gagal daftar Kartu Prakerja, kami tidak tahu persisnya. Tetapi banyak teman-teman anggota kita yang daftar memberikan informasi itu ke kami terkait Kartu Prakerja,” tambah dia.

Pria asal Demak itu menyampaikan, program Kartu Prakerja sempat dianggap bakal menjadi dewa penolong ketika buruh kehilangan pekerjaan. Bukan hanya mendapatkan insentif untuk membantu perekonomian keluarga, tetapi juga bekal pelatihan keterampilan.

“Harapannya ini bisa membantu untuk menutupi kebutuhan hidupnya pada saat teman-teman pekerja yang sedang dirumahkan atau bahkan di-PHK. Di samping itu memang ternyata Kartu Prakerja itu pelatihannya juga cukup menarik kalau diikuti secara serius,” ungkapnya.

Baca Juga: Curhat Warga, Sudah Sebulan Daftar Kartu Prakerja tapi Tak Ada Konfirmasi

Baca Juga: Ini Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja

“Dalam masa kondisi bencana nasional Covid-19 yang berimbas pada teman-teman pekerja, insentif bulanan itu meskipun jumlahnya juga tidak tidak besar, tetapi cukup membantu untuk hidup dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” lugasnya lagi.

Sebelumnya diberitakan sebanyak 14.510 buruh di Kota Semarang terpaksa menganggur akibat menjadi korban PHK atau dirumahkan dari tempat bekerja. Banyak perusahaan yang tutup akibat terdampak pandemi Covid-19.

“Masih tetap 14.510 buruh, antara yang dirumahkan dan PHK, itu ada di 81 perusahaan. Mereka di-PHK karena sebagian perusahaan tutup tidak bisa produksi,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang, Sutrisno.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini