Voluntourism, Tren Wisata untuk Dukung Pengembangan Pariwisata Indonesia

Agustina Wulandari , Okezone · Kamis 17 September 2020 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 1 2279191 voluntourism-tren-wisata-untuk-dukung-pengembangan-pariwisata-indonesia-PWZ2jcguZI.jpg Pantai Kuta Mandalika (Foto : Dok. Okezone)

Kegiatan traveling ke suatu destinasi wisata memang menjadi kepuasan tersendiri. Terlebih setelah beberapa bulan ini harus melakukan aktivitas di rumah. Berbagai oleh-oleh ketika berwisata, seperti foto, tulisan, dan video menjadi memori yang akan selalu dikenang saat beriwisata #DiIndonesiaAja. Nah, untuk kamu yang hobi berwisata, kenapa tidak mencoba menjadi voluntourism ?

Apa itu voluntourism ? Istilah voluntourism merupakan gabungan dari dua kata yaitu volunteer dan tourism yang mengandung makna melakukan kegiatan pariwisata sambil menjadi sukarelawan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menilai voluntourism sebagai salah satu tren wisata baru yang potensial mendukung pengembangan destinasi wisata di Indonesia.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani, beberapa waktu lalu dalam seminar daring bertajuk New Normal Stage mengatakan, bahwa tren pariwisata itu bukan sekadar jalan-jalan santai, tetapi pariwisata yang memberikan kontribusi atau manfaat kepada destinasi wisata yang dikunjungi oleh wisatawan.

“Jadi, sekarang trennya adalah anak-anak muda datang sebagai voluntourism dalam rangka menciptakan rasa kepedulian terhadap wisata alam dan budaya destinasi wisata Indonesia. Voluntourism mengandung makna wisatawan yang bertanggungjawab (responsible traveler) dengan melakukan kegiatan pariwisata sambil menjadi sukarelawan. Hal ini adalah salah satu bentuk kegiatan dalam mendukung pengembangan destinasi wisata,” kata Rizki.

Voluntourism di Labuan Bajo (Dok. Kemenparekraf)

Ia mencontohkan, di Sumba ada voluntourism yang membuat gerakan Shoes for Sumba yang bertujuan untuk memberikan sepatu bagi masyarakat lokal Sumba. Bentuk lain dari kegiatan voluntourism ialah dengan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anak-anak di suatu destinasi, misalnya dengan mengajari mereka gerakan memungut sampah dan mengkampanyekan gerakan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan selama berada di lokasi wisata. Selain itu, kamu yang berencana mengambil bagian dalam berbagai macam kegiatan konservasi laut di wilayah Raja Ampat Papua, bisa turut serta untuk observasi dan penyelaman rekreasi.

Kemenparekraf juga mendorong pembentukan dan pengembangan desa wisata di wilayah Destinasi Super Prioritas (DSP) Labuan Bajo Flores yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), di antaranya Desa Wisata Warloka, Desa Wisata Nggorang, Desa Wisata Papagarang, dan Desa Wisata Komodo. Desa wisata merupakan salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo, yaitu menyejahterakan desa-desa di Indonesia. Pengembangan desa wisata dengan mengangkat kearifan lokal ini dilaksanakan melalui bimbingan teknis yang bertujuan untuk memberikan pemahaman sapta pesona ke masyarakat desa wisata dan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan desa.

Pasir Timbul salah satu Wisata Raja Ampat (Dok. Indonesia.travel)

Voluntourism juga dianggap sangat lekat dengan penerapan protokol kesehatan berbasis cleanliness, health, safety, and environmental sustainability (CHSE). Sehingga, dengan kegiatan voluntourism dapat meningkatkan kembali kepercayaan wisatawan yang ingin berkunjung ke destinasi wisata #DiIndonesiaAja.

Selain itu, untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menandakan bahwa Indonesia sangat peduli dengan kebersihan, kesehatan, dan keselamatan wisatawan, pemerintah melalui Kemenparekraf telah melakukan kampanye yang di dalamnya terdapat panduan-panduan protokol kesehatan yang berbasis di berbagai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat kembali bangkit.

Bagi Indonesia yang kekayaan alam dan destinasi wisatanya berlimpah, aktivitas di media sosial jelas menguntungkan. Bayangkan saja jika semua turis lokal punya akun media sosial dan gemar membagikan pengalamannya berwisata di berbagai daerah melalui akun socmed, betapa riuhnya perbincangan wisata tiap harinya.

Perlu diketahui voluntourism secara tak langsung turut berkontribusi pada pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar destinasi wisata. Sehingga dalam kegiatan wisata bukan hanya senang-senang saja, melainkan juga memberikan manfaat yang luar biasa kepada sesama. Jadi, trennya adalah voluntourism dalam rangka menciptakan rasa kepedulian terhadap alam dan budaya destinasi wisata Indonesia.

Nah, bagi kamu yang masih bimbang memilih lokasi wisata yang akan dikunjungi, bisa mendapatkan berbagai referensi tempat wisata di sini.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini