Upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penularan pandemi Covid-19 dengan menginstruksikan segenap masyarakat Indonesia menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, Depok dan sekitarnya. PSBB membuat aktivitas masyarakat dibatasi, termasuk dalam proses belajar mengajar langsung di sekolah maupun perguruan tinggi tak terkecuali Universitas Gunadarma.
Universitas Gunadarma pun melakukan langkah-langkah guna aktivitas belajar mengajar tetap berjalan dengan baik di tengah pandemi Covid-19 ini. Seperti yang diungkapkan oleh Prof.Dr. Budi Hermana, Ketua Badan Administrasi Perencanaan Sistem Ingomardi Universitas Gunadarma, bahwa pihaknya telah menindaklanjuti surat edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan upaya pencegahan.
“Upaya pencegahan kami lakukan kepada dosen dan mahasiswa yang jumlahnya relatif banyak, yaitu ada 1520 dosen, termasuk dosen tidak tetap, dan 40 ribu lebih mahasiswa dari 42 program studi yang melakukan kegiatan belajar mengajar di 13 lokasi kampus,” jelasnya.
Untuk itu, pihak Universitas Gunadarma telah menetapkan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau lebih dikenal Virtual Class (VClass) sejak masa pandemi mulai merebak di Indonesia.
Lebih lanjut, Budi Hermana menjelaskan VClass sudah dilakukan lebih dulu oleh Universitas Gunadarma, namun karena saat ini situasinya memprihatinkan, maka Gunadarma lebih intensif melakukan perkuliahan melalui VClass sebagai langkah untuk tetap melanjutkan visi dan misi, serta bersaing dalam bidang pendidikan.
Menurut Budi, sistem pembelajaran jarak jauh yang sudah digunakan itu adalah VClass, sehingga kegiatan ini lah yang menjadi prioritas, sehingga dosen dan mahasiswa betul-betul menerapkan social distancing dan tidak keluyuran di luar rumah atau berkumpul di tempat-tempat publik.