Putus Mata Rantai Covid-19, Universitas Gunadarma Intensifkan Sistem Virtual Class

Agustina Wulandari , Okezone · Selasa 22 September 2020 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 1 2281671 putus-mata-rantai-covid-19-universitas-gunadarma-intensifkan-sistem-virtual-class-Qce49lKt8w.jpeg Foto : Dok.Universitas Gunadarma

Upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penularan pandemi Covid-19 dengan menginstruksikan segenap masyarakat Indonesia menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, Depok dan sekitarnya. PSBB membuat aktivitas masyarakat dibatasi, termasuk dalam proses belajar mengajar langsung di sekolah maupun perguruan tinggi tak terkecuali Universitas Gunadarma.

Universitas Gunadarma pun melakukan langkah-langkah guna aktivitas belajar mengajar tetap berjalan dengan baik di tengah pandemi Covid-19 ini. Seperti yang diungkapkan oleh Prof.Dr. Budi Hermana, Ketua Badan Administrasi Perencanaan Sistem Ingomardi Universitas Gunadarma, bahwa pihaknya telah menindaklanjuti surat edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan upaya pencegahan.

“Upaya pencegahan kami lakukan kepada dosen dan mahasiswa yang jumlahnya relatif banyak, yaitu ada 1520 dosen, termasuk dosen tidak tetap, dan 40 ribu lebih mahasiswa dari 42 program studi yang melakukan kegiatan belajar mengajar di 13 lokasi kampus,” jelasnya.

Untuk itu, pihak Universitas Gunadarma telah menetapkan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau lebih dikenal Virtual Class (VClass) sejak masa pandemi mulai merebak di Indonesia.

Lebih lanjut, Budi Hermana menjelaskan VClass sudah dilakukan lebih dulu oleh Universitas Gunadarma, namun karena saat ini situasinya memprihatinkan, maka Gunadarma lebih intensif melakukan perkuliahan melalui VClass sebagai langkah untuk tetap melanjutkan visi dan misi, serta bersaing dalam bidang pendidikan.

Menurut Budi, sistem pembelajaran jarak jauh yang sudah digunakan itu adalah VClass, sehingga kegiatan ini lah yang menjadi prioritas, sehingga dosen dan mahasiswa betul-betul menerapkan social distancing dan tidak keluyuran di luar rumah atau berkumpul di tempat-tempat publik.

Perkuliahan VClass tentunya dilaksanakan secara online melalui Internet pada suatu aplikasi VClass resmi Universitas Gunadarma (http://elearning.gunadarma.ac.id kemudian pilih VCLASS atau http://v-class.gunadarma.ac.id - menggunakan engine moodle) dan apabila ada kendala pada aplikasi ini dapat disampaikan melalui aplikasi helpdesk yang telah disediakan (http://helpdesk.gunadarma.ac.id).

Kemudian, para mahasiswa mengisi VClass yang disiapkan oleh Dosen bersangkutan sesuai dengan SAP yang terdiri atas Pre Test, Materi Ajar / Teori, Diskusi yang dapat dilakukan melalui forum maupun chat, dan Post Test.

Efektifitas pembelajaran VClass dinilai dari monitoring kehadiran mahasiswa dan dosen, dimana monitoring kehadiran mahasiswa dilihat berdasarkan aktifitas mahasiswa dalam mengikuti VClass. Monitoring ini dilakukan oleh Dosen sebagai pengganti Absensi Kelas, yang kemudian dilaporkan dalam bentuk Rekapitulasi Kehadiran Mahasiswa ke Sekretariat Dosen.

Selanjutnya, kepada para dosen pun dilakukan monitoring kehadiran dalam VClass yang dilihat oleh Sekretariat Dosen mulai hari Senin s/d Sabtu pada minggu berjalan dengan komposisi perhitungan sebagai berikut :

a. Ketersediaan dan kelengkapan isi VClass sebesar 60%.

b. Keaktifan Dosen dalam memantau dan melakukan diskusi sebesar 40%.

“Jadi diharapkan mahasiswanya itu di rumah atau tempat tinggal yang diperkirakan minim resiko penyebaran, nah ini juga perlu disampaikan kepada dosen dan mahasiswa. Belajar di rumah itu ya memang betul-betul menerapkan social distancing, jangan sampai ‘wah enak nih tidak ada kuliah’, padahal kan ada pembelajaran jarak jauh, terus mereka berduyun-duyun, jalan-jalan ke tempat-tempat publik dan sebagainya,” tambahnya.

Budi juga berpesan kepada masyarakat ataupun orangtua dan wali, bahwa dengan pembelajaran jarak jauh, para mahasiswa dan seluruh civitas akademika tetap menerapkan pola hidup sehat dan social distancing.

“Intinya, kita sedikit mengerem aktivitas yang menghindari kerumunan tadi, yang disosialisasikan oleh WHO dan Kementrian Kesehatan. Termasuk pola hidup sehat, cuci tangan sebelum makan, dan seterusnya,” tutupnya.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini