"Bagi saya, tidak mendukung Trump adalah keputusan moral, dan baginya, itu hanya politik. Saya tidak bisa terus berpura-pura bahwa saya (tidak) kehilangan rasa hormat padanya," kata seorang wanita yang putus dari pacarnya yang mendukung Trump.
I truly feel for you. I broke up with my Trump supporter boyfriend last summer because I had to face that we fundamentally didn't agree. To me, not supporting Trump is a moral decision and to him, it's only political. I couldn't keep pretending that I had lost respect for him.
— Rosemarie Comito (@Loud_mama) September 20, 2020
Ketegangan perkawinan terkait politik telah meningkat sejak Trump terpilih pada 2016, dan kemungkinan akan meningkat lagi menjelang pemilihan ulang November.
Sebuah studi oleh perusahaan jajak pendapat AS Wakefield Research pada 2017 menemukan bahwa satu dari 10 pasangan telah mengakhiri hubungan mereka karena perbedaan politik. Kaum milenial dua kali lebih mungkin untuk memutuskan perkawinan atau hubungan serius mereka karena masalah ini.
Studi itu juga menyebutkan bahwa satu dari lima pasangan lebih banyak berdebat tentang Trump daripada tentang uang.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.