Alesksandr Lukashenko Diam-Diam Dilantik Sebagai Presiden di Tengah Protes Besar-besaran Belarusia

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 24 September 2020 09:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 18 2282836 alesksandr-lukashenko-diam-diam-dilantik-sebagai-presiden-di-tengah-protes-besar-besaran-belarusia-pmbpsNJ3OO.jpg Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko. (Foto: Sputnik)

MINSK - Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko dilantik dalam sebuah upacara yang tidak diumumkan di tengah protes yang terus berlangsung di Ibu Kota Minsk.

Upacara pelantikan Lukashenko yang digelar pada Rabu (23/9/2020) pagi dihadiri oleh beberapa ratus orang tanpa ada publikasi. Salah seorang anggota oposisi menyebut acara yang biasanya digelar sebagai acara besar kenegaraan itu sebagai "pertemuan pencuri."

"Aleksandr Lukashenko telah menjabat sebagai Presiden Belarusia. Upacara pelantikan berlangsung pada menit-menit ini di Istana Kemerdekaan," demikian dilaporkan kantor berita Belarusia, Beta, sebagaimana dilansir BBC.

BACA JUGA: Bentrokan Pecah di Belarusia Setelah "Diktator Terakhir Eropa" Diprediksi Terpilih Lagi

Lukashenko kembali terpilih untuk masa jabatan keenam pada pemungutan suara bulan lalu. Namun pihak oposisi mengatakan pemilihan itu dicurangi.

Komisi pemilihan umum Belarusia mengatakan Lukashenko mendapat lebih dari 80 persen suara, memicu protes massal selama berminggu-minggu di seluruh negeri.

Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara Uni Eropa (UE) mengatakan bahwa mereka tak mengakui Lukshenko sebagai presiden sah Belarusia.

Pada Rabu, pengunjuk rasa juga lebih konfrontatif, memblokir jalan dan kadang-kadang mengusir kendaraan polisi. Demonstran berbaris ke pusat Kota Minsk, beberapa tampak mengenakan mahkota palsu untuk mengejek pelantikan tersebut.

Polisi dilaporkan melakukan pemukulan dan penahanan terhadap para demonstran, sementara rekaman video menunjukkan pihak keamanan menembakkan meriam air ke arah massa.

BACA JUGA: Video Presiden Lukashenko Tenteng AK-47 Beredar di Tengah Protes Belarusia

Pihak oposisi menanggapi pelantikan itu dengan menyerukan protes dan pemblokiran jalan.

"Mulai hari ini, dia (Lukashenko) secara resmi menjadi bandit dan penipu yang tidak dikenal di manapun di dunia yang beradab," kata oposisi melalui saluran resminya di Telegram.

Pimpinan oposisi Svetlana Tikhanovskaya mengatakan bahwa Lukashenko bukan kepala negara Belarusia yang resmi dan sah.

Protes di Belarusia telah berlangsung selama beberapa pekan setelah kemenangan Lukashenko yang kontroversial. Meskipun ada tindakan keras dari pihak keamanan, protes anti-pemerintah tidak menunjukkan tanda-tanda berkurang.

Pada Minggu (20/9/2020), sekira 100.000 orang menggelar unjuk rasa lain di ibu kota, menuntut agar Lukashenko mundur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini