3 Orang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak Akibat Banjir Bandang Sukabumi

Arief Setyadi , Okezone · Jum'at 25 September 2020 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 525 2283699 3-orang-tewas-dan-ratusan-rumah-rusak-akibat-banjir-bandang-sukabumi-SSk7JLFsym.jpg Permukiman warga di Sukabumi, Jawa Barat rusak diterjang banjir bandang (Foto: BNPB)

JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sejumlah kerusakan akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Meski, total kerugiannya belum bisa dirupiahkan. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati merinci, kerugian materiil pada sektor pemukiman di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi berupa rumah rusak ringan (RR) 151 unit. Kemudian, yang rusak sedang (RS) 49 dan rusak berat (RB) 82.

"Sedangkan pada infrastruktur umum, jembatan RS 1 unit, jembatan RB 7 dan jembatan terancam 1. Kerusakan lain berupa pipa air bersih RB 1, TPT 1 bendungan RB 1 dan mushola RS 1," ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (25/9/2020).

Baca Juga: Korban Banjir Bandang Sukabumi Ditemukan 15 Km dari Lokasi Kejadian

Raditya menuturkan, untuk korban jiwa, sebelumnya diinformasikan 3 warga yang hilang akibat derasnya banjir bandang yang terjadi pada Senin 21 September, pukul 17.00 WIB. Selang sehari, dua warga hilang tersebut dapat ditemukan tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia. Satu korban meninggal lainnya juga sudah berhasil dievakuasi.

"BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat 283 KK atau 924 jiwa terdampak, sedangkan 210 jiwa mengungsi. Akibat banjir tersebut, 10 orang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan sejak hari pertama kejadian," tuturnya.

Berikut ini dampak yang terjadi di setiap kecamatan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, antara lain Kecamatan Cicurug (5 desa, 5 kampung) meliputi Desa Cisaat (Kampung Cipari), Pasawahan (Cibuntu), Cicurug (Aspol), Mekarsari (Kampung Nyangkowek dan Kampung Lio) dan Bangbayang (Perum Setia Budi).

Baca Juga: Pascabanjir Bandang, Pemkab Sukabumi Tetapkan Status Darurat 7 Hari

Kecamatan Parungkuda (2 desa, 2 kampung), meliputi Desa Langensari (Kampung Bojong Astana) dan Kompa (Bantar). Kecamatan Cidahu (4 desa, 4 kampung), antara lain Desa Babakanpari (Kampung Bojong astana), Podokkaso Tengah (Bantar), Jayabakti (Cibojong) dan Cidahu.

Banjir bandang di kawasan ini dipicu salah satunya hujan dengan intensitas tinggi pada Senin 21 September sehingga debit air meluap di Sungai Citarik – Cipeuncit dan Sungai Cibojong. Pascakejadian, Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari terhitung mulai 21 hingga 27 September 2020.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini