Kampanye Perdana di Semarang & Solo: Hendrar Jadi Wali Nikah, Gibran Blusukan Online

Taufik Budi, Okezone · Minggu 27 September 2020 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 512 2284444 kampanye-perdana-di-semarang-solo-hendrar-jadi-wali-nikah-gibran-blusukan-online-C7pGfsbvTo.jpg Calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Foto: Taufik Budi

SEMARANG – Calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memulai hari pertama kampanye dengan menjadi saksi nikah warga.

“Saya tadi jadi saksi nikah,” kata pria yang akrab disapa Hendi tersebut, usai Deklarasi Kampanye Damai dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Tahun 2020 di Semarang, Sabtu (26/9/2020).

“Saya (kampanye) di lingkungan rumah saya,” imbuh pasangannya Calon Wakil Wali Kota Hevearita G. Rahayu, yang berdiri di sampingnya.

Baca Juga: Kampanye Pilkada 2020 Dimulai, Khofifah : Protokol Kesehatan Wajib Dipatuhi

Pasangan petahana itu berbagi tugas untuk meraih simpati masyarakat pemilih. Hendi akan lebih banyak blusukan untuk bertemu masyarakat, sementara pasangannya melakukan kampanye dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Mungkin mulai besok kita akan gaspol untuk perbanyak kegiatan door to door, juga virtual. Kalau Mbak Ita nanti lebih banyak virtual, kalau saya nanti kampanyenya blusukan-blusukan di tempat-tempat masyarakat, yang bisa menjadi aspirasi kita untuk pengembangan Kota Semarang,” terangnya.

Meski melawan kotak kosong, namun mereka tetap gencar melakukan kampanye. Fokus kampanye adalah mengajak masyarakat untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada saat pencoblosan 9 Desember.

“Setelah deklarasi damai ini, terjadwal ada kunjungan ke beberapa sesepuh dan beberapa pemred (pemimpin redaksi),” ucapnya.

Sementara itu Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka melakukan kampanye perdananya dengan cara unik. Kampanyenya berupa blusukan online atau menggunakan virtual box guna mengurangi kontak langsung dan kerumunan sesuai dengan protokol kesehatan.

 

Selain unik, pasangan Gibran-Teguh Prakosa ini menerapkan ketentuan mengenai kampanye akbar tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pilkada dalam kondisi bencana nonalam Covid-19 yang terbit pada 7 Juli 2020.

Hal ini pun membuat Gibran-Teguh melakukan kampanye blusukan online untuk menghindari pengumpulan massa. Kampanye dilakukan dengan memanfaat teknologi saat ini untuk bisa berkomunikasi dengan warga.

Virtual box ini menggunakan daya baterai berupa aki dan ada inverter yang bisa menghidupkan TV, sound, laptop. Menariknya, alat ini portabel bisa dibawa kemana-mana sehingga tidak membutuhkan daya listrik.

Gibran menyampaikan dengan alat ini memang dirancang untuk blusukan kampanye dalam bentuk daring sehingga mencegah tatap muka dan pengumpulan massa.

"Sekali lagi saya banyakin blusukan online, kita datangi warga satu per satu rumah ke rumah pintu ke pintu.. Yang tidak punya internat di rumah tenang saja, yang tidak punya smartphone tenang saja, mesin ini pokoknya akan mendatangi," ujar Gibran.

Baca Juga: Kampanye Perdana, Gibran Blusukan Online Gunakan Virtual Box

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini