Kasus Dangdutan Wakil Ketua DPRD Tegal, Polisi Periksa 11 Saksi

Taufik Budi, Okezone · Selasa 29 September 2020 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 29 512 2285681 kasus-dangdutan-wakil-ketua-dprd-tegal-polisi-periksa-11-saksi-ZIKKomGjQz.JPG Polisi kini mengembangkan kasus dangdutan di Tegal pada masa pandemi Covid-19. Foto: Kristadi

SEMARANG – Polisi telah memeriksa 19 orang saksi dalam kasus dangdutan yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo, pada Rabu 23 September. Setelah menetapkan pimpinan dewan itu sebagai tersangka, polisi masih akan menambah saksi ahli lagi.

“Kita juga akan melengkapi saksi-saksi ahli lainnya,” kata Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, kepada awak media, Selasa (29/9/2020).

Dia menyebutkan, sebelumnya penyidik telah memeriksa 3 saksi ahli yang terdiri dari hukum pidana, ahli kesehatan, dan ahli bahasa.

Selain itu, juga terdapat lima saksi dari anggota Polri dan 11 masyarakat sipil. Menurutnya, polisi telah bertindak profesional dalam penegakan hukum. Termasuk di antaranya mencopot jabatan Kapolsek Tegal Selatan.

Baca Juga: Polisi Sempat Minta Dangdutan Wakil Ketua DPRD Tegal Dihentikan, Ini Penjelasannya

“Anggota internal (Polri) sebagai saksi yaitu anggota Polsek dan anggota Polres Tegal yang sudah dimintai keterangan sebanyak lima orang,” jelasnya.

Setelah penetapan tersangka, pemeriksaan kasus tersebut kini diambil alih oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jateng. Jika seluruh berkas telah lengkap, maka kasusnya akan segera bergulir ke kejaksaan.

“Kita tunggu saja, ketika berkas lengkap, saksi lengkap, barang bukti lengkap, keterangan-keterangan ahli sudah lengkap, maka nanti akan diserahkan kepada jaksa penuntut umum (JPU),” tandasnya.

Baca Juga: Kapolsek Tegal Selatan Dicopot Imbas Kasus Dangdutan, Bagaimana Nasib Kapolres?

Sekadar diketahui, panggung dangdut yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo berlangsung di Lapangan Tegal Selatan pada Rabu 23 September. Kegiatan itu dihadiri ribuan penonton dan mengabaikan protokol kesehatan sehingga rawan terhadap penularan Covid-19.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini