Setelah 18 Tahun di Penjara Israel, Tahanan Palestina Bersatu Kembali dengan Tunangannya

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 30 September 2020 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 18 2286253 setelah-18-tahun-di-penjara-israel-tahanan-palestina-bersatu-kembali-dengan-tunangannya-TD05fFlnd2.jpg Abdul Karim Mukhdar memeluk tunangannya, Jinan Samara setelah dibebaskan dari penjara Israel, 28 September 2020. (Foto: Middle East Monitor)

JENIN - Warga Palestina Abdul Karim Mukhdar dipertemukan kembali dengan tunangannya untuk pertama kalinya dalam 18 tahun setelah dibebaskan dari penjara Israel pada Senin (28/9/2020). Pria berusia 49 tahun itu disambut tunangannya Jinan Samara, saat keluar dari mobil di pos pemeriksaan Jalama dekat Kota Jenin yang diduduki.

“Dua tahun setelah saya lulus dari Universitas Terbuka Al-Quds, Abdul Karim Mukhdar datang dan melamar saya dari keluarga saya, dan itu terjadi pada Juni 2002. Saat itu, Intifadah Kedua sedang berkecamuk di Tepi Barat, dan pasukan pendudukan Israel mengejar Abdul Karim dengan mengklaim bahwa dia sedang melakukan 'aktivitas bermusuhan' dan dicari oleh pasukan Israel. Nama dan fotonya dipublikasikan di semua pos pemeriksaan di jalan-jalan Tepi Barat," kata Jinan warga Desa Broqin, yang kini berusia 44 tahun sebagaimana dilansir Middle East Monitor.

BACA JUGA: Tahanan Muda Israel Disambut Bak Pahlawan di Palestina

Pada akhir September 2002, tiga bulan setelah upacara pernikahan agama mereka berlangsung, ketika Abdul Karim bersiap untuk meninggalkan Nablus setelah tengah malam, sebuah Jeep pendudukan Israel menghentikannya, seorang petugas memeriksa KTPnya dan berkata: “Abdul Karim Mukhdar telah datang kepada kita atas kemauannya sendiri."

BACA JUGA: Kesehatan Diabaikan, 14 Tahanan Palestina Derita Kanker

“Sejak hari itu saya tidak berjabat tangan dengan Abdul Karim, 18 tahun telah berlalu sejak penangkapannya dan pemindahannya ke semua penjara Israel. Saya mengunjunginya sebulan sekali selama 45 menit saja, dan kami berbicara melalui telepon dan kaca memisahkan kami. Saya melihatnya tetapi tidak bisa menjabat tangannya atau menyentuhnya," kata Jinan, menambahkan bahwa "tidak ada privasi. "

Pasangan itu sekarang berharap bisa menghabiskan sisa hidup mereka bersama.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini