Menurut dia, PSBB secara ketat yang telah berlangsung lebih dari dua pekan tersebut tidak bisa dirasakan dampaknya secara instan.
"Jadi apa yang dilakukan dalam dua Minggu itu, tidak langsung dilihat dalam dua Minggu itu juga. Bisa dilihat juga dua Minggu setelahnya. Itu pun jika dilakukan secara optimal. Kalau tidak, tidak akan terjadi," tuturnya.
Ia menambahkan, saat ini 90% warga DKI Jakarta masih rawan untuk tertular Covid-19.
Sehingga, kata dia, Pemprov DKI Jakarta sebaiknya melakukan program esensial dalam penanganan pandemi Covid-19 dengan melakukan tracing, tracking, dan isolasi/karantina bila daerah penyanggah tidak kunjung menerapkan PSBB total.
"Kasus masih akan terjadi. Sehingga yang dilakukan peningkatan kapasitas dan program esensialnya testing, tracing, karantina, dan perubahan prilaku. Strategi tambahan ini harus dilajukan dengan matang. Karena jika tidak semua bersinergi ya lebih baik kata saya, memilih penguatan strategi esensial saja," tandasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.