Hendak Buka Lahan Pertanian di Wilayah Sengketa, 4 WN Timor Leste Ditangkap

Riezky Maulana, iNews · Kamis 01 Oktober 2020 21:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 340 2287041 hendak-buka-lahan-pertanian-di-wilayah-sengketa-4-wn-timor-leste-ditangkap-qkXQAxMLnd.jpg Empat WN Timor Leste ditangkap saat hendak buka lahan pertanian dengan cara dibakar di wilayah sengketa. (Dok TNI)

JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Yonarmed 3/105 Tarik di perbatasan Indonesia-Timor Leste menangkap empat warga negara (WN) Timor Leste yang merupakan pelintas batas ilegal. Selain pelintas batas ilegal, empat orang tersebut hendak membuka lahan pertanian di Naktuka, Nusa Tenggara Timur, yang merupakan lahan sengketa antara kedua negara.

Dansatgas Yonarmed 3/105 Tarik, Letkol Arm Laode Irwan Halim menuturkan, pengamanan pelintas batas ilegal ini berawal dari laporan masyarakat akan adanya WN Timor Leste yang melaksanakan aktivitas pembukaan dan pembakaran lahan di wilayah sengketa Naktuka.

"Mendengar laporan tersebut, Satgas segera menerjunkan personel untuk mengerahkan personel Pos Oepoli Pantai untuk memastikan kebenarannya,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan patroli dipimpin Serda Bambang bersama beberapa personel langsung mengecek ke TKP yang diduga terdapat aktivitas warga negara tetangga yang melaksanakan pembukaan lahan secara ilegal. Setibanya di lokasi, informasi yang disampaikan warga itu ternyata benar adanya.

"Setelah sampai di TKP, personel Satgas mendapati empat WN RDTL (Republik Demokratik Timor Leste-red) berinisial N (44), R (34), V (15), dan M (5) yang ditemukan sedang melaksanakan kegiatan membakar lahan di wilayah sengketa tersebut,” ucapnya.

Serda Bambang, kata Irwan, langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Dankipur II Kapten Arm Warih, yang selanjutnya mengamankan serta membawa empat orang warga Timor Leste tersebut tersebut ke Pos Oepoli Pantai. Keempat orang tersebut langsung dimintai keterangan.

“Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, memang benar mereka melaksanakan aktivitas membuka lahan yang akan digunakan untuk bercocok tanam padi,” ujarnya.

“Kemudian, setelah berkoordinasi dengan pihak UPF, Imigrasi dan Kepolisian Amfoang Timur, kami menyerahkan orang yang bersangkutan untuk ditindaklanjuti pihak yang berwenang,” tuturnya.

Dia mengatakan, Dankipur II Kapten Arm Warih juga telah berkoordinasi dengan tokoh agama, Romo Yosef Bensasi dan tokoh adat Tom Kameo terkait kejadian yang meresahkan warga tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat yang hendak masuk ke wilayah negara tetangga agar mengikuti aturan yang berlaku, baik aturan administrasi Indonesia maupun Timor Leste.

“Apalagi di saat wabah Covid-19 ini, ada aturan tambahan yang dikeluarkan dari negara masing-masing. Jadi warga kita perlu mengetahui dan mengikutinya. Semua demi keamanan, kenyamanan dan kelancaran bagi masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Dia menegaskan, kegiatan pengamanan perbatasan akan selalu dilakukan. Terutama pada jalan-jalan ilegal di wilayah perbatasan yang dimanfaatkan berbagai aktivitas ilegal, seperti penyelundupan, peredaran narkoba, pelintas batas ilegal dan lain sebagainya.

"Akan rutin kita lakukan melalui operasi secara bersama dan terpadu dengan melibatkan pihak terkait, dalam menjamin keamanan perbatasan terhadap aktivitas ilegal,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini