Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wapres Ma'ruf Amin Tak Persoalkan Kolase Foto 'Kakek Sugiono'

Fahreza Rizky , Jurnalis-Jum'at, 02 Oktober 2020 |20:17 WIB
Wapres Ma'ruf Amin Tak Persoalkan Kolase Foto 'Kakek Sugiono'
Wapres KH Ma'ruf Amin (Foto : Okezone.com/Fahreza)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin tak terlalu mempersoalkan adanya oknum yang mengunggah kolase foto dirinya disandingkan dengan bintang porno asal Jepang Shiego Tokuda atau biasa disebut 'Kakek Sugiono.'

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Wapres Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi. Namun, kata Masduki, umatlah yang geram atas perilaku tidak beretika itu.

"Abah (panggilan Kiai Ma'ruf) sebagai orang tua enggak lah, enggak terlalu mempersoalkan hal-hal yang begitu, tapi umatnya yang banyak resah," ucap Masduki saat berbincang dengan Okezone, Jumat (2/10/2020).

Masduki menilai ucapan terduga pelaku sangat mendalam sekaligus penghinaan luar biasa kepada Ma'ruf Amin, baik sebagai Wakil Presiden maupun sesepuh Nahdlatul Ulama (NU).

Terduga pelaku diketahui mengunggah foto tersebut disertai narasi 'jangan kau jadikan dirimu seperti ulama tetapi kenyataannya kau penjahat agama. Di usia senja banyaklah berbenah untuk ketenangan di alam barzah. Selamat melaksanakan ibadah shalat Jumat.'

"Ya kita pengin tahu motifnya apa, dia kan sebelumnya sudah minta maaf dan macem macemlah. Apa yang dia katakan itu kan sangat mendalam, sebuah penghinaan yang luar biasa kepada Kyai Ma'ruf sebagai Wapres sekaligus sebagai ulama," jelas Masduki.

Baca Juga : Kuasa Hukum Pinangki Sebut Tak Ada Peran Jaksa Agung di Kasus Djoko Tjandra

Masduki melihat ucapan terduga pelaku sangat menghakimi, seolah-olah orang lain salah dan dirinya yang paling benar sendiri.

"Dia mengatakan bahwa seakan-akan ulama, tapi dia penjahat agama, saya kira mendalam sekali makna itu. Jadi mengatakan bahwa Kyai Ma'ruf sebagai Rais Aam PBNU, sebagai Ketum MUI dan Wapres itu dianggap berjubah ulama tapi penjahat agama. Kan itu kata-katanya. Itu kan luar biasa. Kata-kata ini penghakiman terhadap seorang yang selama ini sangat dihormati dalam komunitas NU," jelasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement