Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ubah Kebijakan Belanja Pertahanan, Presiden Jokowi: TNI Mampu Jadi Kekuatan Perang Modern

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Senin, 05 Oktober 2020 |11:21 WIB
 Ubah Kebijakan Belanja Pertahanan, Presiden Jokowi: TNI Mampu Jadi Kekuatan Perang Modern
Presiden Joko Widodo gelar HUT ke-75 TNI di Istana Negara (foto: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah akan mengubah kebijakan belanja pertahanan menjadi investasi.

Menurut dia, perubahan kebijakan tersebut dilakukan agar TNI bisa berpikir jangka panjang yang dirancang sistematis dengan dijalankan secara konsisten, dan berkelanjutan untuk menguasai lompatan teknologi militer terkini.

"Hanya melalui kebijakan investasi pertahanan jangka panjang yang terencana, TNI akan mampu menjadi kekuatan perang modern yang mengikuti perkembangan teknologi termaju," kata Jokowi saat menjadi Irup virtual HUT ke-75 tahun TNI, Senin (5/10/2020).

 Baca juga: Presiden Jokowi Jadi Irup HUT ke-75 TNI secara Virtual di Istana Negara 

Jokowi mengatakan, TNI melakukan transformasi guna menghadapi ancaman perang nonkonvensional dan transnasional.

 Baca juga: Ini Harapan Besar Presiden Jokowi kepada TNI di HUT ke-75 

Ia menambahkan, transformasi organisasi tersebut harus didukung dengan transformasi teknologi dan para personil yang mengendalikannya.

"Revolusi industri jilid ke-4 telah menghasilkan teknilogi-teknologi baru yang mengagumkan termasuk teknologi militer," jelas dia.

 

Saat ini, lanjut dia, TNI tengah berada dalam era lompatan teknologi militer yang akan mempengaruhi taktik dan strategi perang masa depan.

"Kita harus terus melakukan transformasi teknologi dan personil yang mampu memahami dan memanfaatkan lompatan di bidang teknologi informasi, teknologi nano dan teknologi kecerdasan buatan," lanjut dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta berharap, TNI siap untuk mengantisipasi karakter baru pertempuran masa depan yang mempunyai daya hancur lebih besar atau high level distraction.

"Pertemuan yang berjalan lebih singkat dalam menentukan pemenang dan pertempuran hibrida yang menggabungkan berbagai taktik sekaligus baik konvensional dan nonkonvensional serta taktik lintas dimensi baik sosial, politik dan ekonomi," tandasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement