Bupati Bandung Barat Bingung Wilayahnya Ditetapkan Zona Merah Corona

Agregasi Sindonews.com, · Senin 05 Oktober 2020 19:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 525 2288849 bupati-bandung-barat-bingung-wilayahnya-ditetapkan-zona-merah-corona-EN6ULBwsDY.jpg Bupati Bandung Barat Aa Umbara (Foto : Sindonews)

BANDUNG BARAT – Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali masuk ke zona merah Covid-19. Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mengaku kaget dan bingung saat mendengar kabar tersebut.

Pasalnya jumlah kecamatan zona merah di wilyahanya ada penurunan.

"Iya saya juga bingung dan kaget, sebab kemarin tidak masuk zona merah padahal ada tiga kecamatan zona merah. Sekarang kecamatan zona merahnya satu tapi KBB dikategorikan masuk zona merah," ucapnya saat ditemui di Ngamprah, Senin (5/10/2020).

Dirinya pun meminta ke Kepala Dinas Kesehatan untuk mengecek data ke provinsi apa indikator KBB kembali masuk ke zona merah. Jika data yang dipakai salah atau tidak sinkron dengan data Dinkes KBB, segera protes. Sebab jika masuk zona merah maka akan berbahaya bagi aktivitas warga dan juga tempat-tempat wisata.

"Ini juga kan Kecamatan Padalarang yang berkategori zona merah, tidak satu kecamatan tapi kasus warga yang positif hanya ditemukan di Desa Jayamekar saja. Makanya ini indikatornya dari mana, kemarin kan KBB zona oranye menuju kuning," tuturnya.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan KBB Hernawan Widjayanto mengaku belum bisa berkomentar banyak karena belum menerima datanya dari pihak provinsi. Harus terlebih dahulu melihat item dan indikator yang dipakai, karena jika merujuk data yang dimilikinta hingga hari ini hanya Kecamatan Padalarang yang masih merah, yang lain sudah kuning dan hijau.

Untuk di KBB, lanjut dia, kasus yang muncul adalah karena impor bukan transmisi lokal dimana sekarang ada sekitar 80 penderita aktif.

Baca Juga : Lawan Petugas, Polisi Tembak Kaki Tukang Bakso Penculik Anak di Kemayoran

Sekarang bahkan trennya adalah muncul dari klaster keluarga. Yakni ada anggota keluarga atau kerabatnya yang kerja dan datang dari luar daerah menjadi carier, lalu menularkan ke anggota kelurganya yang di KBB.

"Klaster keluarga sekarang yang banyak muncul tapi angka kesembuhan juga naik. Seperti kemarin ada yang terpapar baru enam orang, tapi yang sembuh juga ada lima orang," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini