Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bertemu Dubes Mesir untuk Indonesia, Mahfud Bahas Islam Moderat hingga Terorisme

Riezky Maulana , Jurnalis-Selasa, 06 Oktober 2020 |20:53 WIB
 Bertemu Dubes Mesir untuk Indonesia, Mahfud Bahas Islam Moderat hingga Terorisme
Foto: Dok Kemenkopolhukam
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyebut bahwa Indonesia dan Mesir memiliki kemiripan, terkait dengan Islam Wasathiyah atau moderasi Islam.

Hal itu dia sampaikan saat menerima Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBPP) Mesir untuk Indonesia, Ashraf Mohamed Moguib Sultan, di kantor Menko Polhukam, Jakarta Pusat Selasa (6/10/2020) petang.

Mahfud menuturkan, Islam moderat di Indonesia dikembangkan melalui organisasi masyarakat islam seperti Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Ada kemiripan tentang kampanye Wasathiyah Islam atau moderasi Islam. Yang juga dikembangkan di Indonesia oleh ormas ormas seperti NU, MUI, dan Muhammadiyah. Islam jalan tengah atau Islam moderat, yang tidak ekstreme ke kanan dan tidak ekstrim ke kiri,” katanya.

Dia mengatakan, konsep Wasathiyah yang dikembangkan di Mesir, melalui Universitas Al Azhar di Kairo, memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan Islam, tidak hanya di Mesir, melainkan juga di Indonesia. Indonesia, kata Mahfud juga memiliki banyak intelektual muslim, yang lulus dari Universitas Al Azhar.

“Yang juga dikembangkan konsep Wasathiyah dimesir melalui Al Azhar University, Universitas yang usianya sudah lebih dari seribu tahun ada di mesir di Kairo. Dan itu memberi sumbangan yang besar bagi pembangunan Wasathiyah Islam bukan hanya di mesir tapi juga di Indonesia," tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement