Kain yang satu ini juga pastinya sudah tidak asing lagi di telinga. Ulos telah dikembangkan secara turun-temurun oleh masyarakat Sumatera Utara dan menjadi aksesoris kebanggaan masyarakat Batak. Seperti halnya songket, ulos biasanya digunakan pada acara-acara khusus, bisa pernikahan, pemakaman atau upacara adat lain.
Tentu saja, motif dan warna harus diperhatikan saat menghadiri salah satu dari acara tersebut. Warna dominan pada ulos biasanya adalah merah, hitam dan putih yang dihiasi ragam tenunan dari benang emas atau perak.

(Foto : Okezone)
Tenun Bugis
Kain tradisional ini lebih dikenal dengan nama sarung sutera Bugis. Kain ini biasanya ditenun menggunakan benang sutera untuk menghasilkan berbagai motif dan warna yang cantik. Biasanya, kain tenun Bugis dipakai sebagai bawahan dari kebaya atau baju kurung.
Kamu bisa menemukan berbagai motif sarung sutera Bugis, diantaranya Balo Renni (kotak-kotak kecil), Balo Lobang (kotak-kotak besar) dan Bombang (motif zig-zag yang menggambarkan gelombang lautan). Warna dan motif kain yang cantik itu menjadikan sutera Bugis sering disertakan dalam hantaran lamaran atau pernikahan.

(Foto : Okezone)
Tenun Ikat Lombok
Ini dia kain tradisional yang sedang populer di kalangan fashionista. Kain lokal daerah Lombok ini punya motif khas yang cantik sehingga kini banyak wanita yang memakainya sebagai outerwear. Tapi, tentu saja tidak semua orang bisa memiliki kain ini. Karena teknik pembuatannya yang cukup rumit, tidak heran kalau harga tenun ikat ini terbilang mahal.