Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dipukul Mundur Polisi, Demonstran Bertahan di Tugu Tani dan Jalan Sabang

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Selasa, 13 Oktober 2020 |17:17 WIB
Dipukul Mundur Polisi, Demonstran Bertahan di Tugu Tani dan Jalan Sabang
Demonstran di Tugu Tani. (Foto: Okezone.com/Fahreza R)
A
A
A

JAKARTA - Polisi terus memukul mundur demonstran yang menolak pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja di Patung Kuda, Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi, massa kocar kacir setelah ditembakkan gas air mata. Meski demikian, sejumlah oknum demonstran kukuh tetap berada di lokasi.

Massa yang mayoritas tampak seperti pelajar itu tetap melakukan perlawanan dengan melemparkan batu dan botol minuman ke aparat kepolisian. Hingga saat ini, massa bertahan di sekitaran Tugu Tani, Jalan Kebon Sirih hingga Jalan Sabang.

Polisi bahkan memasang barrier atau pembatas di perempatan Sabang dan Kebon Sirih untuk memecah kosentrasi demonstran.

(Foto: Fahreza R)

Saat ini, polisi juga menembaki demonstan yang berada di kawasan Jalan Sabang, agar segera membubarkan diri.

Sebelumnya, aksi demonstrasi berlangsung ricuh setelah sejumlah oknum demonstran mulai melemparkan botol minuman ke arah polisi. Mereka terus saja memprovokasi massa agar jalannya aksi berlangsung ricuh.

Baca juga: Pendemo di Patung Kuda Lempari Polisi Pakai Batu dan Botol

Pimpinan aksi yang berada di mobil komando pun mengajak para demonstran untuk bersalawat guna mendinginkan suasana di lokasi.

Sejumlah mobil komando telah menarik diri dari areal demonstrasi. Tak hanya itu, sebagaian massa demonstran juga telah meninggalkan areal Patung Kuda menuju Gambir untuk menghindari kerusuhan.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement