Satu Keluarga Tewas karena Jebakan Tikus, Polisi Periksa Saksi

Dedi Mahdi, iNews · Selasa 13 Oktober 2020 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 519 2292712 satu-keluarga-tewas-karena-jebakan-tikus-polisi-periksa-saksi-C9HVeeOpdv.jpg Pemakaman satu keluarga yang tewas akibat jebakan tikus. Foto: Dedi Mahdi

BOJONEGORO - Satu keluarga tewas akibat jebakan tikus di sawah di Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Jebakan itu diduga dipasang petani sebelah, namun tiangnya terjatuh kabelnya mengenai tanah dan air sehingga menyetrum korban.

Untuk menyelidiki adanya tindak pidana dalam kasus ini, polisi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi termasuk pemilik jebakan tikus tersebut. Selain itu petugas juga akan melakukan gelar perkara hari ini, Selasa (13/10/2020).

Sementara Kapolsek Kanor Iptu Hadi Waluyo juga menjelaskan kasus ini terus diproses secara hukum. "Proses hukum lebih lanjut," ujarnya.

Hadi juga menjelaskan kebanyak petani di Desa Tahbahrejo memang menggunakan jebakan tikus yang dialiri listrik guna mengusir hama. Namun ke depannya warga diminta lebih hati-hati menggunakannya.

Baca Juga: Jebakan Tikus Tewaskan Satu Keluarga, Polisi Olah TKP

Menurut Hadi, polisi sudah menghubungi kepala desa setempat untuk membetulkan semua jebakan tikus sehingga tidak terjadi kejadian serupa.

"Ini sudah kami sampaikan kepada kepala desa mulai sekarang mulai dibenahi tiang-tiang yang digunakan sebagai jebakan tikus. Karena di desa itu merata se-kabupaten itu rata-rata dialiri kabel (listrik) dari perumahan terus disalurkan ke sawah. Ada jebakan tikus rata-rata," ucapnya.

Sebelumnya dikabarkan satu keluarga tewas kesetrum dari listrik yang mengalir dari jebakan listrik yang dipasang petani sebelah. Saat itu tiang aliran listrik jatuh lalu setrumnya mengalir ke air di tanah.

Lalu seorang ayah Parno (55) dan seorang anaknya tewas saat hendak mengairi sawah. Kemudian menyusul satu anaknya lagi yang mendatangi tempat kejadian perkara. Terakhir ibu dari anak atau istri dari Parno tewas karena mendatangi lokasi juga.

Baca Juga: Burung Tak Tersengat Listrik saat Bertengger di Kabel, Kok Bisa?

Indentitas para korban yakni Parno (55), sang istri Riswati (50 ), kemudian kedua anak mereka yang terdiri dari Jayadi (32) dan Arifin (21).

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini