Sejumlah Tokoh Sunda Ingin Ubah Jabar Jadi Provinsi Sunda, Ini Alasannya

INews.id, · Selasa 13 Oktober 2020 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 525 2292787 sejumlah-tokoh-sunda-ingin-ubah-jabar-jadi-provinsi-sunda-ini-alasannya-jqeMwYiOEI.jpg Foto: iNews

BANDUNG - Sejumlah tokoh Sunda menginginkan nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Provinsi Sunda. Hal itu terungkap dalam pertemuan sejumlah tokoh Sunda dengan Wakil Ketua DPD RI Fadel Muhammad di Bandung kemarin.

Lalu apa alasan mereka ingin mengubah nama Provinsi Jawa Barat? "Penggantian nama provinsi itu penting untuk penguatan identitas jati diri orang Sunda yang sejauh ini dirasakan semakin meredup oleh berbagai politik, dan juga untuk membangkitkan rasa kebudayaan," ujar Ketua SC Kongres Sunda Andri Kantaprawira dikutip dari Inews sebagaimana melansir situs resmi Pemprov Jabar pada Selasa 13 Oktober 2020.

Ia juga mengatakan selain perubahan nama provinsi, kongres akan membahas tentang Adeg Adeg Sunda atau jati diri sunda, dan peran sunda terhadap bangsa Indonesia.

Andri menyebut kongres yang sedianya digelar tahun 2020 harus diundur. Sebab pandemi Covid-19 masih belum tuntas ditangani.

"Tadinya tahun ini kita akan menggelar Kongres Sunda, tapi karena terhalang covid, jadi ya diundur. Saya belum bisa memastikan kapan, pokoknya setelah covid," ujar Andri.

Menurut Andri, jika terlaksana, kongres ini akan menjadi Kongres Sunda ke-2 setelah Indonesia merdeka. Kongres Sunda pertama digelar tahun 1956.

Baca Juga: Fadel Muhammad Tampung Aspirasi Perubahan Nama Provinsi Jabar Menjadi Provinsi Sunda 

Hadir dalam acara itu yakni tokoh sunda Acil Bimbo, Andri Kartaprawira, , dan Anggota DPR RI Erni Sumarni. Kemudian datang juga Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad.

Sementara Fadel Muhammad mendukung aspirasi beberapa tokoh yang menginginkan perubahan nama Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda. Namun perubahan itu harus dilakukan secara terbuka dan disampaikan kepada masyarakat luas.

"Apa yang dilakukan oleh para tokoh dan masyarakat Sunda tersebut harus dilakukan secara terbuka, jangan 'underground. Tinggal mengatur strateginya saja," kata Fadel dalam keterangannya di Jakarta.

Fadel mengatakan kehadirannya dalam pertemua tersebut dalam rangka menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat dan itu merupakan salah satu tugas MPR. Dia mengatakan, pada waktunya nanti aspirasi dari tokoh dan masyarakat Sunda akan disampaikan kepada presiden.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini