Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Antisipasi La Nina, Petani Diimbau Maksimalkan Asuransi

Karina Asta Widara , Jurnalis-Rabu, 14 Oktober 2020 |18:55 WIB
Antisipasi La Nina, Petani Diimbau Maksimalkan Asuransi
Foto: Dok Okezone
A
A
A

JAKARTA – Para petani di Indonesia diimbau untuk mengantisipasi tingginya curah hujan akibat anomali iklim La Nina yang bisa menyebabkan banjir. Buat petani yang sudah memasuki musim tanam, Kementerian Pertanian mengimbau untuk mengasuransikan lahan pertanian.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), La Nina bisa menyebabkan curah hujan meningkat sampai 40%. Selain itu, puncak musim hujan pun diprediksi tidak berbarengan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan anomali iklim ini bisa menjadi ancaman serius buat pertanian.

“Oleh karena itu, kita meminta petani untuk mengantisipasi kondisi ini. Misalnya dengan mengasuransikan lahan pertanian. Dengan cara ini, petani bisa terhindar dari kerugian,” tutur Mentan SYL, Rabu (13/10/2020).

Dirjen PSP Sarwo Edhy mengatakan, asuransi bisa menjadi pilihan terbaik untuk menjaga lahan.

“Anomali iklim La Nina bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir yang bisa menyebabkan gagal panen. Kondisi ini bisa juga bisa menyebabkan petani merugi. Namun, hal tersebut bisa dicover asuransi pertanian,” katanya.

Sarwo Edhy mengatakan, asuransi pertanian adalah bagian dari mitigasi bencana. Dengan asuransi, lahan yang gagal panen akan diganti rugi dengan klaim.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement