Ditangkap Polisi, Ketua Komnas PA Jateng Reaktif Covid-19

Taufik Budi, Okezone · Rabu 14 Oktober 2020 20:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 512 2293734 ditangkap-polisi-ketua-komnas-pa-jateng-reaktif-covid-19-F2Gurnhbgd.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

SEMARANG – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Jawa Tengah Endar Susilo (ES) ditangkap polisi karena diduga terlibat kasus penipuan dan penggelapan. Tersangka kini menjalani karantina setelah dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani pemeriksaan.

“Ketika kita sudah melakukan penangkapan terhadap tersangka ES, yang bersangkutan kita lakukan protokol kesehatan,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, kepada awak media, Rabu (14/10/2020).

“Artinya kita melakukan rapid test dan swab kebetulan yang bersangkutan ini, tersangka dari hasil lab itu dinyatakan reaktif atau positif,” jelas dia.

Untuk memulihkan kesehatannya, tersangka menjalani karantina dan perawatan intensif di rumah sakit. Setelah kondisinya membaik dan negatif Covid-19, tersangka kembali dibawa polisi guna melengkapi berkas pemeriksaan.

“Kemudian tersangka kita bantarkan ke rumah sakit selama karantina dan pengobatan. Kemarin tersangka ini sudah kita serahkan kepada Jaksa dan hasil sawabnya juga sudah negatif,” lugas dia.

Sebelumnya diberitakan, kasus penipuan dan penggelapan tersebut bermula dari laporan korban berinisial AS, pada 17 April 2018. Pelaku menjanjikan jabatan komisaris di salah satu perusahaan kepada korban dengan syarat membayar sejumlah uang.

Baca Juga : Ketua Komnas PA Jawa Tengah Ditangkap Polisi

Baca Juga : Ridwan Kamil Berharap Vaksin Akhiri Cerita Pandemi Covid-19

“Perkara yang dilaporkan ini adalah kasus penipuan dan penggelapan. Artinya ada sebesar uang Rp500 juta yang telah disetorkan kepada tersangka ES,” terang Iskandar.

“Dijanjikan akan mendapatkan keuntungan dan kemudian dijanjikan juga ke jabatan salah satu komisaris di perusahaan,” tambahnya tanpa menyebut perusahaan yang dimaksud.

Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Setelah dilakukan gelar perkara, polisi menetapkan ES sebagai tersangka.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini