Ketua Komnas PA Jawa Tengah Ditangkap Polisi

Taufik Budi, Okezone · Rabu 14 Oktober 2020 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 512 2293688 ketua-komnas-pa-jawa-tengah-ditangkap-polisi-nEufp9j7Od.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEMARANG - Polisi menangkap Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) Jawa Tengah (Jateng), Endar Susilo (ES). Dia diduga terlibat kasus penipuan berupa penggelapan uang korban hingga ratusan juta rupiah.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, mengatakan, kasus tersebut bermula dari laporan korban berinisial AS, pada 17 April 2018. Pelaku menjanjikan jabatan komisaris di salah satu perusahaan kepada korban dengan syarat membayar sejumlah uang.

“Perkara yang dilaporkan ini adalah kasus penipuan dan penggelapan. Artinya, ada sebesar uang Rp500 juta yang telah disetorkan kepada tersangka ES,” terang Iskandar, Rabu (14/10/2020).

“Dijanjikan akan mendapatkan keuntungan dan kemudian dijanjikan juga ke jabatan salah satu komisaris di perusahaan,” tambahnya tanpa menyebut perusahaan yang dimaksud.

Baca Juga:  Ingin Bermalam di Rumah Pacar, Kedok Polisi Gadungan Terbongkar 

Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Setelah dilakukan gelar perkara, polisi menetapkan ES sebagai tersangka. Berkas perkara kemudian diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kemudian, menggelar perkara tersebut dan dinaikkan menjadi penyidikan. Menetapkan seorang tersangka dan kemudian juga perkara tersebut dari tahun 2018 itu sudah berkas ini diserahkan kepada Jaksa,” ungkapnya.

Namun, setelah dilakukan penelitian berkas dikembalikan lagi kepada penyidik polisi karena dinilai belum lengkap. “Kemudian, jaksa membuat penelitian dan di akhir tahun 2018, Jaksa ini mengembalikan berkas, artinya P19. Ada beberapa petunjuk untuk melengkapi (berkas),” imbuhnya.

Baca Juga:  Kronologi Penangkapan Mantan Presenter TV Swasta Dalton Tanonaka

Setelah bolak-balik hingga tiga kali, berkas perkara akhirnya dinyatakan lengkap atau P21. Berkas perkara penipuan, tersangka ES, beserta barang bukti lantas dilimpahkan ke Kejaksaan pada Selasa 13 Oktober.

“Kemudian tahap yang kedua ini, dari Jaksa setelah melakukan penelitian berkas P19 lagi, atau dikembalikan. Sudah tiga kali berkas dikembalikan oleh JPU kepada penyidik Polda Jawa Tengah,” ceritanya detail.

“Sehingga pada saat tahun 2020 ini tepatnya di awal 2020, berkas sudah dinyatakan lengkap oleh Jaksa dan sudah P21 artinya kita tinggal tahap kedua penyerahan tersangka dan barang bukti,” pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini