Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jelang Pilpres, Sejumlah Negara Bagian AS Bersiap Hadapi Potensi Kekerasan

Agregasi VOA , Jurnalis-Kamis, 15 Oktober 2020 |18:25 WIB
Jelang Pilpres, Sejumlah Negara Bagian AS Bersiap Hadapi Potensi Kekerasan
Tempat pemungutan suara Pemilihan Umum AS. (Foto: Foreign Press Centre)
A
A
A

WASHINGTON DC - Pejabat-pejabat di seluruh Amerika yang ditugaskan untuk mengamankan pemilihan presiden mendatang mengambil tindakan pencegahan tambahan, dan bersiap-siap menghadapi kemungkinan kekerasan pada 3 November dan sesudahnya.

Peringatan paling nyata bukan berasal dari pihak federal, tetapi dari pejabat tingkat negara bagian, dan beberapa mengatakan, kampanye disinformasi asing bisa memicu sejumlah masalah, mulai dari gangguan ketertiban kecil sampai kekerasan yang lebih parah.

BACA JUGA: Pemilu AS 2020, Warga Antre 11 Jam di TPS untuk Berikan Suaranya

“Penundaan hasil penghitungan suara dan penghitungan kembali bisa mengarah kepada protes dan usaha untuk menduduki kantor pemilihan,” demikian bunyi peringatan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri New Jersey dalam laporan penilaian ancamannya yang diterbitkan pada akhir September lalu, demikian diwartakan VOA.

“Insiden keresahan sipil yang mengakibatkan huru-hara, tindak kekerasan, dan jatuhnya korban akan muncul seiring ketidak pastian hasil pemilihan, konfrontasi antara pemrotes dan demonstrasi kontra yang mempertanyakan hasil pemilihan,” demikian catatan dari laporan itu.

Pejabat negara bagian dan pemilihan lokal sangat serius dalam menangani peringatan seperti itu, khususnya setelah FBI bulan ini berhasil membongkar sebuah persekongkolan oleh milisi anti-pemerintah yang merencanakan penculikan Gubernur Michigan Gretchen Whitmer, seorang Demokrat.

Pejabat Michigan mengatakan, mereka sedang mengkaji situasinya dan fokusnya adalah pada pemilihan. Mereka merencanakan untuk menerbitkan panduan tambahan di hari-hari mendatang.

BACA JUGA: Pemilu AS 2020 Ternyata Tidak Hanya untuk Memilih Presiden, Ini Faktanya

Namun, rencana penculikan pejabat, yang menurut Biro Penyelidik Federal (FBI), juga diarahkan kepada Gubernur Virginia Ralph Norhtam, bukan satu-satunya insiden yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan pejabat pemilihan.

Beberapa mengacu pada sebuah protes pada akhir September di sebuah tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan dini di Fairfax County, Virginia, sebuah daerah di pinggiran Washington DC, yang beritanya segera menyebar di Internet.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement