WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) kembali merilis kumpulan dokumen yang sebelumnya dirahasiakan terkait laporan Fenomena Anomali Tak Dikenal (Unidentified Anomalous Phenomena/UAP) atau yang lebih dikenal sebagai UFO.
Rilis terbaru ini menjadi gelombang ketiga pengungkapan arsip UAP yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Dokumen tersebut memuat berbagai laporan investigasi mengenai penampakan objek tak dikenal di sejumlah wilayah Amerika Serikat yang didukung kesaksian saksi mata serta data pengamatan resmi pemerintah.
Juru Bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan pemerintah akan terus membuka dokumen-dokumen terkait UAP secara bertahap sebagai bagian dari komitmen transparansi kepada publik.
"Pentagon akan merilis berkas tambahan secara bertahap. Departemen Pertahanan saat ini juga sedang aktif menyiapkan rilis berkas UAP berikutnya," ujar Parnell dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X, seperti dilansir dari trtworld, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Pentagon, situs resmi yang memuat arsip UAP tersebut telah menerima lebih dari 1,7 miliar kunjungan dari seluruh dunia sejak diluncurkan pada 8 Mei 2026.
Dalam dokumen terbaru, sejumlah video memperlihatkan objek bercahaya berwarna merah dan kuning yang melayang di langit. Beberapa di antaranya tampak bergerak tidak biasa, bahkan terpisah dan bergabung kembali di udara.