Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hadapi La Nina, Satgas Covid-19 Ingatkan Pemda Antisipasi Klaster Pengungsian

Fahreza Rizky , Jurnalis-Kamis, 15 Oktober 2020 |18:11 WIB
Hadapi La Nina, Satgas Covid-19 Ingatkan Pemda Antisipasi Klaster Pengungsian
Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: Satgas Covid-19)
A
A
A

JAKARTA - fenomena La Nina diprediksi akan meningkatkan akumulasi curah hujan bulanan di Indonesia. Berdasarkan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan bulanan di Tanah Air akan naik 20 sampai 40 persen.

Meningkatnya curah hujan bulanan itu dapat menimbulkan ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, angin puting beliung, dan lain sebagainya.

Merespons itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk mewaspadai kondisi ini. Pasalnya saat ini pandemi corona belum berlalu.

"Bahaya bencana alam ini sayangnya akan dihadapi oleh banyak masyarakat Indonesia di tengah kondisi pandemi covid-19 yang cukup menyulitkan dan membawa bahaya tersendiri pada keselamatan masyarakat," ujar Wiku saat jumpa pers secara virtual, Kamis (15/10/2020).

Karena itu Satgas mengimbau Pemda untuk meningkatkan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, TNI, Polri serta lemnaga terkait lainnya sebagai langkah antisipasi. Menurutnya hal tersebut harus diantisipasi dengan baik.

"Upaya mitigasi yang dapat dilakukan berkaca pada pengalaman menghadapi bencana alam pada tahun-tahun yang lalu itu meliputi perbaikan tata kelola air dari hulu ke hilir serta optimalisasi danau, embung, sungai dan kanal untuk betul-betul dapat mengantisipasi debit air yang berlebih pada masa-masa yang akan datang ini," jelasnya.

Wiku menuturkan, Satgas juga mengimbau Pemda bersama pihak terkait lain menyiapkan contigency plan karena saat ini mitigasi bencana harus disesuaikan dengan pandemi Covid-19.

"Contigency plan dan mitigasi risiko harus dipersiapkan dengan matang untuk meminimalisir kerugian bahkan korban jiwa pada sektor terdampak termasuk memastikan lokasi pengungsian yang akan digunakan untuk dapat meminimalisir risiko penularan Covid-19, logistik serta perangkat dan fasilitas kesehatan," ucapnya.

Satgas meminta tempat pengungsian bisa direkayasa dengan baik agar selalu dalam keadaan layak dan bersih sehingga dapat mengurangi potensi penularan Covid-19 dan penyakit berbahaya lainnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement