KPAI Minta Belajar Online Dievaluasi Pasca-Siswi di Gowa Bunuh Diri

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 19 Oktober 2020 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 609 2295972 kpai-minta-belajar-online-dievaluasi-pasca-siswi-di-gowa-bunuh-diri-1lytFeNuck.jpg Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti mengimbau agar Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) segera mengevaluasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah pandemi Covid-19.

Imbauan itu pasca-adanya kasus bunuh diri seorang siswi SMA di Kabupaten Gowa yang bunuh diri dengan menenggak racun lantaran diduga depresi menghadapi tugas di masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar online.

“Maka perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh dari PJJ di Kabupaten Gowa oleh Dinas Pendidikan dan Pemerintah Daerah sesuai kewenangannya. Kalau SMA/SMK berarti menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan,” kata Retno dalam keterangannya, Senin (19/10/2020).

Baca Juga: Bunuh Diri, Siswi SMA Rekam Dirinya Minum Racun 

 

Retno pun mengapresiasi pihak Polres Gowa yang bertindak cepat terkait kasus ini. Namun, dia meminta agar pihak berwajib dapat mendalami apakah ada motif lainnya yang membuat siswi tersebut tewas.

“Di samping permasalahan PJJ secara daring dan beratnya tugas-tugas yang harus diselesaikan anak korban. Hal ini penting diungkap, karena jika terbukti motif bunuh diri karena masalah kendala PJJ,” ujarnya.

KPAI, lanjut Retno, sangat menyayangkan dan menyampaikan duka cita secara mendalam usai siswi tersebut meninggal dunia karena bunuh diri. “KPAI menyampaikan duka mendalam atas meninggalkan seorang siswi di kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, yang diduga depresi karena kesulitan belajar daring,” tandasnya.

Baca Juga:  Usai Tenggak Racun, Pria di Enrekang Dinyatakan Positif Covid-19 

Diwartakan sebelumnya, diduga depresi menghadapi tugas dari sekolah yang dikerjakan secara daring pada masa pandemi Covid-19 ini, seorang siswi SMA di Kabupaten Gowa nekat mengakhiri hidupnya dengan cara meminum racun serangga.

Ironisnya korban bunuh diri tersebut mengabadikannya dengan cara direkam dengan menggunakan ponsel (HP) pribadinya. Informasi yang dihimpun, korban berinisial A berusia 18 tahun. Warga Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa itu bunuh diri di kamar tidurnya, saat saudara dan kedua orangtuanya tidak di rumah.

Di sisi lain personel Polsek Mamuju dan Polres Gowa yang mengetahui kejadian ini langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan pengembangan kasus oleh polisi, sebelumnya korban sering mengeluh kepada teman sekolahnya tentang banyaknya tugas-tugas dari guru yang diberikan setiap hari selama belajar online pada masa pandemi Covid-19 ini.

"Sesuai hasil lidik atau keterangan yang kami kumpulkan di lapangan bahwa yang bersangkutan depresi sehubungan dengan banyaknya tugas-tugas yang diberikan dari sekolah lewat WhatsApp atau online," ujar Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir pada Senin 19 Oktober 2020.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini