4 Siswa Ditahan Terkait Pemenggalan Guru di Prancis

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 20 Oktober 2020 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 18 2296500 4-siswa-ditahan-terkait-pemenggalan-guru-di-prancis-FQBlx7xsOq.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

PARIS - Empat siswa sekolah termasuk di antara 15 orang yang telah ditahan di Prancis terkait pemenggalan Samuel Paty, seorang guru yang menunjukkan kartun kontroversial Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. Pembunuhan brutal itu mengejutkan Prancis yang masih mengingat aksi teror brutal oleh ekstremis pada 2015.

Seorang pria bernama Abdoulakh A yang berusia 18 tahun ditembak mati oleh polisi pada Jumat (16/10/2020) setelah membunuh Paty di dekat sekolahnya di Conflans-Sainte-Honorine, pinggiran barat laut Paris. Beberapa orang yang diduga terlibat juga telah ditahan.

BACA JUGA: Guru Dipenggal Muridnya karena Tunjukkan Kartun Nabi Muhammad

Menurut keteragan pengadilan Prancis kepada AFP, keempat siswa yang ditahan adalah mereka yang mungkin membantu Abdoulakh mengidentifikasi Paty. Ini menjadikan total 15 jumlah orang yang ditahan setelah pembunuhan itu.

Tahanan lainnya termasuk empat anggota keluarga si pembunuh, seorang ayah di sekolah dan seorang radikal Islam yang terkenal. Kakek, orang tua, dan saudara laki-laki berusia 17 tahun dari si pembunuh ditahan tak lama setelah serangan mengerikan itu.

Diwartakan BBC, polisi melakukan sekira 40 penggerebekan di rumah-rumah tersangka ekstremis radikal pada Senin (19/10/2020) dan lebih banyak penggerebekan diperkirakan. Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmain mengatakan, puluhan penggerebekan tersebut tidak semuanya terkait dengan pembunuhan Paty.

BACA JUGA: Ribuan Berdemonstrasi di Prancis, Peringati Guru yang Dipenggal karena Kartun Nabi Muhammad

Darmanin juga mengatakan polisi akan mewawancarai sekitar 80 orang yang diyakini telah mengirim pesan untuk mendukung pembunuhan itu.

"Kami ingin mengganggu dan menggoyahkan gerakan ini dengan cara yang sangat ditentukan," kata sumber kementerian dalam negeri kepada AFP.

Pada Minggu (18/10/2020) puluhan ribu orang mengambil bagian dalam aksi unjuk rasa untuk menghormati Paty dan membela kebebasan bicara di seluruh negeri. Upacara penghormatan untuk guru berusia 47 tahun itu akan digelar di Universitas Sorbonne, Paris pada Rabu (21/10/2020).

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini