Demonstran Thailand Tuntut Perdana Menteri Mengundurkan Diri dalam 3 Hari

Agregasi VOA, · Kamis 22 Oktober 2020 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 18 2297694 demonstran-thailand-tuntut-perdana-menteri-mengundurkan-diri-dalam-3-hari-B9EGQuflgT.jpg Demonstrasi di Bangkok, Thailand. (Foto: EPA)

BANGKOK – Pengunjuk rasa di Thailand memberi tenggat waktu tiga haru kepada Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha untuk mengundurkan diri menyusul unjuk rasa yang telah berlangsung selama beberapa pekan di Negeri Gajah Putih. Tuntutan itu disampaikan di saat Prayuth menyatakan akan mencabut keadaan darurat guna meredakan demonstrasi pro-Demokrasi.

"Saat ini saya bersiap untuk mencabut keadaan darurat di Bangkok dan akan dilakukan dengan segera jika tidak terjadi insiden kekerasan," kata Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha dalam pidatonya pada Rabu (21/10/2020) kepada seluruh rakyat Thailand. Prayuth yang merebut kekuasaan di Thailand melalui kudeta pada 2014 tidak memperinci kapan tindakan itu akan diambilnya.

BACA JUGA: Tantang Pemerintah, Puluhan Ribu Orang Ikuti Demonstrasi di Bangkok

“Sekarang kita harus menjauh dari tepi jurang licin dan berbahaya yang mudah beralih menjadi kekacauan,” tambahnya sebagaimana dilansir VOA.

Ribuan pengunjuk rasa bergerak ke Gedung Parlemen, kediaman perdana menteri, yang menentang larangan berkumpul lebih dari empat orang selama enam hari berturut-turut. Akan tetapi para pemimpin demonstrasi pada Rabu menegaskan akan melangsungkan putaran demo yang baru jika Prayuth tidak mengundurkan diri dalam tiga hari.

BACA JUGA: Demo Anti-Kerajaan Meningkat, Thailand Umumkan Keadaan Darurat

Rabu pagi, pengadilan Thailand membatalkan keputusan untuk menutup Voice TV - outlet media yang sebagian dimiliki oleh keluarga mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang diasingkan. Voice TV merupakan satu dari empat media yang sedang dalam penyelidikan atas liputan mereka mengenai gerakan protes di Thailand.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini