Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jakarta Geopolitical Forum Sesi Kedua Hadirkan Pakar Politik dan Kemananan Nasional

Rakhmatulloh , Jurnalis-Kamis, 22 Oktober 2020 |07:51 WIB
Jakarta Geopolitical Forum Sesi Kedua Hadirkan Pakar Politik dan Kemananan Nasional
Foto: Youtube Lemhannas
A
A
A

JAKARTA - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) kembali melanjutkan seminar nasional 'Jakarta Geopolitical Forum IV' bertajuk 'Lanskap Geopolitik di Era Covid-19' sesi kedua, bertempat di MNC Conference Hall, Inews Tower, Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Gubernur Lemhannas, Letjen (Purn) Agus Widjojo dijadwalkan akan kembali membuka Seminar hari ini. Purnawirawan TNI Jenderal bintang tiga ini akan memberikan kata sambutan untuk 'memantik' diskusi sesi kedua tersebut.

Jika sesi pertama atau hari pertama seminar, pemateri atau narasumber yang dihadirkan dari para pakar internasional, kali ini narasumber hadir para pakar nasional.

Narasumber itu antara lain, Tenaga Profesional Lemhannas Prof. DR. Ir. Dadan Umar Daihani, Analis Sosial Politik dan Budaya, Dimas Oky Nugroho, pengamat Pertahanan dan Keamanan, Laksamana Muda (Purn) Robert Mangindaan dan Pakar Ekonomi Nasional, Enny Sri Hartati.

Sebelumnya atau Rabu 21 Oktober kemarin, Lemhannas juga menggelar seminar serupa yang menghadirkan para pakar dan praktisi penanganan covid-19 yang dikaitkan dengan lanskap geopolitik. Agus Widjojo sempat menjelaskan bahwa kehadiran para pakar itu untuk 'sharing' penanganan covid-19.

Selain para pakar yang dihadirkan dalam diskusi, ikut memberikan pandangan mantan Wakil Presiden 2009-2014 Boediono, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dan mantan Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan sebagai keynote speaker.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement