Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Doni Monardo: Saat Ini Ada 377 Laboratorium Aktif Periksa Spesimen Covid-19

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 22 Oktober 2020 |14:19 WIB
Doni Monardo: Saat Ini Ada 377 Laboratorium Aktif Periksa Spesimen Covid-19
Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo mengatakan saat ini sebanyak 377 laboratorium di seluruh Indonesia yang aktif melakukan pemeriksaan spesimen Covid-19.

Doni pun menceritakan bahwa di awal ditemukannya kasus Covid-19 kemampuan pemeriksaan spesimen sangat sedikit yakni hanya satu laboratorium Balitbangkes Kementerian Kesehatan.

“Kemampuan kita dalam melakukan pemeriksaan spesimen bagi mereka yang diambil sampelnya memang pada awalnya itu sangat sangat sedikit sekali,” dalam diskusi “Vaksin Covid-19, Protokol Kesehatan, Libur Panjang, dan Cipta Kerja” dari Media Center Satgas Covid-19, Graha BNPB Jakarta, Kamis (22/10/2020).

“Sejak pemerintah menetapkan status kekarantinaan kesehatan, laboratorium yang boleh melakukan pemeriksaan hanya satu sesuai dengan ketentuannya itu Balitbangkes Kementerian Kesehatan,” jelas Doni.

Setelah beberapa hari dimulainya pemeriksaan ternyata sejumlah sampel yang dari daerah cukup banyak. Sehingga tidak mungkin dilakukan oleh satu laboratorium saja sehingga bertambah menjadi 4 laboratorium.

“Dan kami bersama dengan Menteri Kesehatan melapor pada bapak Presiden kemudian diberikan kelonggaran untuk menambah sejumlah laboratorium bertambah tiga. Pertama laboratorium di Universitas Airlangga kemudian lembaga Eijkman dan satu lagi itu milik Universitas Indonesia,” kata Doni.

Namun, kata Doni dengan berjalannya waktu bertambah juga pemeriksaan sampel yang dilakukan. Sehingga kemampuan empat laboratorium itu tidak bisa memadai. Akhirnya pemerintah memberikan kelonggaran kepada semua pihak yang bisa melakukan pemeriksaan spesimen.

“Nah, dari awal memang kita memiliki lab yang juga sangat terbatas, petugas lab yang juga sangat sedikit. Kemudian beberapa lab yang kita memiliki itu teknologinya masih menggunakan teknologi yang lama. Dan bahkan lab-lab tersebut juga yang memang diprioritaskan untuk pemeriksaan TBC,” ungkap Doni.

Namun, kata Doni berkat kerja keras dari semua komponen da atas saran dari Presiden Jokowi, dari Kementerian Kesehatan juga kerja sama dengan Gugus Tugas waktu itu melakukan pengadaan reagen dan juga mesin PCR. “Kemudian didistribusikan ke seluruh daerah.”

“Secara bertahap mulai nilainya atau jumlahnya puluhan sampai dengan jumlahnya sekarang ini mencapai 374 lab. Kalau tidak salah dalam beberapa hari terakhir tambah 3 lagi atau 4 lagi. Jadi sekitar 377 laboratorium,” kata Doni.

Secara umum, kata Doni sebenarnya jumlah lab ini sudah cukup memadai. Namun jumlah petugas labnya yang memang masih terbatas.

“Kita juga melihat betapa sulitnya, betapa tidak mudahnya petugas lab yang harus setiap saat melayani pemeriksaan spesimen. Dan mereka-mereka ini adalah salah satu diantara garda terdepan yang berjuang untuk melakukan pemeriksaan spesimen secepat mungkin. Karena masyarakat harus menunggu hasil lab tersebut mereka itu negatif atau positif,” jelasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement