Komisi C DPRD Soroti Sejumlah Proyek di Surabaya Tanpa Perencanaan

Agregasi Sindonews.com, · Kamis 22 Oktober 2020 12:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 519 2297703 komisi-c-dprd-soroti-sejumlah-proyek-di-surabaya-tanpa-perencanaan-GnvmKWHwqe.jpg Jembatan Suroboyo (foto: Sindonews)

SURABAYA – DPRD Kota Surabaya menyoroti kurang maksimalnya perencanaan pembangunan sejumlah wilayah di Surabaya, Jawa Timur. Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya Buchori Imron menegaskan selama menjabat, Wali Kota Tri Rismaharini dinilai tidak memiliki perencanaan yang matang dalam membangun wilayahnya.

"Banyak sekali proyek Pemkot itu tanpa perencanaan dan DED (Detail Engineering Design) yang matang," ujar Buchori Imron kepada wartawan.

Ketua DPC PPP Kota Surabaya ini mencontohkan, jembatan bambu yang dibangun di Kawasan Wisata Mangrove, Wonorejo, Rungkut, Surabaya. Jembatan yang dibangun dengan APBD Kota Surabaya senilai Rp 1,2 miliar itu saat ini tidak terawat dan beberapa bagian sisinya kondisinya ambruk.

"Proyeknya kebanyakan tanpa konsep dan DED yang jelas, langsung dikerjakan begitu saja, proyek jembatan mangrove itu kecil, tapi kalau sampai roboh banyak wisatawan datang kesana kan memalukan, masak Pemkot nggak punya tenaga di paling bawah, tempat wisata kok amburadul," tegasnya.

Menurutnya, Pemkot Surabaya perlu mencontoh ke Probolinggo dalam penataan kawasan mengrove. Di Probolinggo jembatan yang membentang di mangrove terbuat dari besi dengan memiliki desain yang cantik. Bahkan di tengah hutan mangrove ada rumah makan.

Bukan hanya itu, pembangunan Jembatan suroboyo di kawasan wisata Kenjeran tidak disertai DED yang matang. Pembangunan jembatan yang menghabiskan dana APBD Kota Surabaya sebesar Rp 208 miliar itu saat ini kondisinya tidak difungsikan, bahkan ditutup.

Jembatan Suroboyo itu juga, tiba-tiba dikerjakan begitu saja, DED nya tidak ada, itu tidak bagus. Apalagi sekarang ditutup, tidak memberikan manfaat pada masyarakat sekitar, bahkan tidak ada efek ekonominya sama sekali," ujarnya.

Padahal, sambung Buchori bila pembangunan Jembatan Suroboyo dikerakan dengan tepat dan terencana, jika dipakai untuk kensejahterakan rakyat Surabaya akan sangat bagus. Manfaatnya langsung terasa oleh rakyat yang membutuhkan.

Tidak berhenti disitu, Terminal Kedung Cowek yang kondisinya sudah sekian tahun mangkrak, padahal pembangunannya menyedot APBD Kota Surabaya hingga puluhan miliar, namun lagi-lagi tidak memberikan dampak ekonomi pada masyarakat.

"Sentra Ikan Bulak juga menjadi deretan proyek gagal Pemkot Surabaya, sedikit sekali manfaatnya, modal yang dikeluarkan tidak sesuai dengan manfaat yang dirasakan warga. Adalagi cable car yang 800 meter di Tambak Wedi, mangkrak juga, Kalimas juga bangun rumah pompa saja nggak selesai-selesai, banyak sekali proyek Pemkot itu yang manfaatnya nggak dirasakan masyarakat," jelasnya.

Buchori menegaskan, ironis yang terjadi selama ini Pemkot Surabaya asal membangun dan DPRD Surabaya sebagai fungsi kontrol pemkot, terutama Komisi C yang membidangi pembangunan tidak pernah diajak diskusi untuk memberi masukan dalam setiap proyek pembangunan.

Hingga berita ini diturunkan, Okezone.com masih berupaya mengkonfirmasi kebeneran informasi tersebut melalui sambungan telepon atau pesan singat ke pihak Pemkot Surabaya sebagai bentuk perimbangan, namun belum ada respon.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini