Bacok Polisi, Istri dan Mertua, Napi Asimilasi Tewas Ditembak

Agregasi Sindonews.com, · Jum'at 23 Oktober 2020 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 340 2298587 bacok-polisi-istri-dan-mertua-napi-asimilasi-tewas-ditembak-mati-eOG4966bQe.jpg Foto: Sindonews

MAKASSAR – Seorang napi asimilasi tewas ditembak karena membacok istri dan mertuanya sendiri tewas di Jalan Pampang 2, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Jumat (23/10/2020).

(Baca juga: Ada 95 Pelanggaran Dilakukan Napi Asimilasi Covid-19)

Pelaku berinisial DL tewas diterjang timah panas aparat Polsek Panakkukang setelah membacok petugas saat hendak diamankan.

Kapolsek Panakkukang Makassar Kompol Jamal Fathur Rakhman mengatakan, akibat aksi beringas DL di tempat kejadian perkara (TKP). Anggota terluka parah di bagian wajah dan kaki sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina tidak jauh dari lokasi kejadian.

(Baca juga: Polisi Ciduk 106 Napi Asimilasi Covid-19 yang Kembali Berulah)

"Anggota yang terluka, merupakan anggota Resmob Polsek Panakkukang, Bripka Zulqadri. Sehingga terpaksa kami memberikan tindakan tegas dan terukur," kata Kompol Jamal kepada Sindonews di lokasi kejadian, Jumat, (23/10/2020).

Penangkapan tersebut dilakukan pihaknya setelah mendapatkan laporan dugaan tindak pidana penganiayaan berat di Jalan Barawaja. DL dituding membacok secara membabi-buta tiga anggota keluarganya.

Tiga keluarga DL yang terluka parah yakni istrinya SF (30) dan, AL (62) serta SL (60) yang merupakan mertuanya. Penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 12.45 Wita, ketika warga setempat baru saja pulang menunaikan ibadah salat Jumat di Masjid.

Dia melanjutkan, setelah menganiaya, pria berusia 55 tahun itu kabur. Tidak lama informasi didapatkan petugas jika ia bersembunyi di Jalan Pampang II yang ditenggarai rumah kontrakan milik pelaku."Anggota berupaya menangkap, namun pelaku ini melawan dan menyerang anggota Resmob," paparnya.

Sampai saat itu, empat orang korban dari kelakuan DL masih menjalani perawatan intensif di RS Ibnu Sina. "Kondisi korbannya kritis. Sementara pelaku kita sudah bawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan," jelas Jamal.

Hasil pemeriksaan diketahui pelaku merupakan residivis kasus pembunuhan di Kalimantan dan Kota Makassar. Ia masih berstatus narapidana di Lapas Kelas 1 Makassar. "Pelaku merupakan napi asimilasi Lapas. Pelaku sudah berulang kali membunuh," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini