Polisi Dalami Motif Napi Asimilasi Bacok Istri dan Mertua

Faisal Mustafa, Koran SI · Jum'at 23 Oktober 2020 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 609 2298646 polisi-dalami-motif-napi-asimilasi-bacok-istri-dan-mertua-YGlf29i84a.jpg Lokasi tertembaknya DL, pelaku pembacokan terhadap polisi, istri dan mertuanya, Jalan Pampang II, Panakukkang, Makassar, Sulawesi Selatan (Foto: Faisal Mustafa)

JAKARTA - Polisi mendalami motif narapidana asimilasi berinisial DL melakukan pembacokan terhadap istri SF (30) dan kedua mertuanya AL (62) dan SL (60) di Panakukkang, Makassar, Sulawesi Selatan. Bahkan, seorang anggota Resmob Polsek Panakukkang Bripka Zulqadri ikut menjadi korban keberingasan pelaku. 

Kapolsek Panakkukang Kompol Jamal Fathur Rakhman mengatakan, selain memeriksa sejumlah saksi, polisi juga telah mengolah tempat kejadian penganiayaan terhadap seluruh korban.

"Barang bukti yang diamankan, seperti parang serta pakaian dari pelaku karena pelaku sempat berganti pakaian di rumah tempat dia sembunyi," ujar Jamal, Jumat (23/10/2020).

Baca Juga: Bacok Polisi, Istri dan Mertua, Napi Asimilasi Tewas Ditembak

Pemeriksaan sementara, pelaku DL diketahui merupakan residivis kasus pembunuhan di Kalimantan dan Kota Makassar. Ia masih berstatus narapidana di Lapas Kelas 1 Makassar.

"Pelaku merupakan napi asimilasi Lapas. Pelaku sudah berulang kali membunuh," ungkapnya.

Sementara Kepala Lapas Kelas 1 Makassar Robianto membenarkan jika DL merupakan warga binaannya yang berstatus asimilasi. Meski begitu informasi tersebut masih didalami internalnya.

"Asimilasi memang, tetapi kami sedang mendalami informasi selanjutnya, bagaimana dia keluar. Nanti perkembangannya kami sampaikan," singkat Robianto kepada KORAN SINDO melalui sambungan telepon.

DL sendiri tewas ditembak saat dilakukan penangkapan. Polisi mengambil tindakan tegas terukur lantaran pelaku melakukan perlawanan.

Baca Juga: Napi Asimilasi yang Bacok Polisi, Istri dan Mertua Kerap Terlibat Pembunuhan

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini