Kronologi Penangkapan Oknum Perwira Polisi Penyelundup 16 Kilogram Sabu

Muhamad Rizky, Okezone · Sabtu 24 Oktober 2020 20:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 340 2299009 kronologi-penangkapan-oknum-perwira-polisi-penyelundup-16-kilogram-sabu-SWq2bOqXLF.png Polda Riau tangkap komplotan oknum perwira polisi yang terlibat penyelundupan 16 Kg sabu (Foto : Okezone.com/Banda)

JAKARTA - Oknum perwira polisi berinisial IZ (55) harus menerima timah panas jajaran kepolisian Ditresnarkoba Polda Riau usai membawa narkotika jenis sabu sebanyak 16 kilogram.

Berdasarkan informasi yang didapat IZ membawa belasan kilogram sabu tersebut bersama rekannya berinisial HW (51) menggunakan kendaraan jenis Opel Blazer dengan nomor kendaraan BM 1306 VW.

Penangkapan keduanya dibenarkan oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Siregar. "Betul dilakukan penangkapan (kasus tersebut)," kata Krisno saat dikonfirmasi, Sabtu (24/10/2020).

Penangkapan keduanya  dilakukan pada Jumat 23 Oktober 2020 kemarin sekira pukul 20.00 WIB di Jalan Soekarno Hatta tepatnya di depan Showroom Arengka Auto Mall Pekanbaru-Riau.

Mulanya petugas memantau pergerakan kendaraan jenis Opel Blazer warna hitam dengan plat kendaraan BM 1306 VW melintas di Jalan Arengka 1, Pekanbaru, Riau.

Namun saat dilakukan pengejaran kendaraan tersebut berusaha melarikan diri. Polisi kemudian menembaki kendaraan tersebut hingga berhasile menghentikan kendaraan dan menangkap kedua pelaku.

Namun saat dilihat salah satu dari pelaku terkena tembakan di lengan dan punggung yakni tersangka IZ yang merupakan perwira kepolisian.

Sementara 1 tersangka lainnya HW (51) orang lagi mengalami luka sobek di kepala akibat benturan.

Petugas kemudian tim mengamankan kedua tersangka serta membawa tersangka ke Rumah Sakit Bhayangkara guna dilakukan pengobatan.

Baca Juga : Jajaran Polda Riau Tembak Okum Perwira Polisi Penyelundup 16 Kg Sabu

Adapun dalam penangkapan ini polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 16 bungkus besar yang berisikan narkotika jenis sabu, dua tas ransel, satu mobil jenis Opel Blazer, dan dua telepon genggam.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendy menyatakan geram atas ulah perwira yang mencoreng korps Bayangkara. Pucuk pimpinan Polda Riau pun menegaskan sudah tidak mau mengakui Kompol IZ lagi sebagai polisi.

"Mulai hari ini dia bukan anggota lagi. Kemarin mungkin iya. Saya tidak mau menyebut pangkat dan sebagainya," kata Irjen Agung dalam jumpa persnya di Mapolda Riau.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini