Relawan Kotak Kosong di Raja Ampat Dianiaya Sekelompok Orang

Chanry Andrew S, iNews · Minggu 25 Oktober 2020 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 25 340 2299296 relawan-kotak-kosong-di-raja-ampat-dianiaya-sekelompok-orang-VW1J9hiE7f.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

WAISAI - Sejumlah relawan Kotak Kosong (KOKO) dianiaya oleh sejumlah orang di dua tempat berbeda di Raja Ampat, Papua Barat pada Sabtu 24 Oktober dan Minggu (25/10/2020).

Tiga relawan KOKO yang dianiaya masing-masing, Amir Mudumi dan Bertus Manufandu, serta Sekretaris Tim Sosialisasi Kolom Kosong Noby Numberi, mereka dianiaya di Kampung Atkari Distrik Misool, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Ketiganya mengalami luka lebam pada bagian wajah dan kepala.

Ketua Relawan Kotak Kosong Raja Ampat, Charles Imbir menjelaskan Tim Sosialisasi Kolom Kosong atau Kotak Kosong Pilkada Kabupaten Raja Ampat Tahun 2020, pada Sabtu 24 Oktober tiba di Kampung Atkari Distrik Misool Utara untuk mensosialisasikan kotak kosong kepada warga kampung Atkari.

Baca Juga:  Ketua KPU Balikpapan Positif Corona, Debat Publik Pilkada Ditunda 

Tim kemudian mendapat serangan dari sekelompok orang yang diduga menolak sosialisasi Kolom Kosong di Kampung Atkari dan juga Kampung Wejim Distrik Kepulauan Sembilan, menggunakan parang, besi dan juga kayu.

"Kronologi kejadian, di mana sekitar pukul 23.15 WIT, setelah mengakhiri sosialisasi Kolom Kosong di kampung Atkari, Tim Sosialisasi Relawan Kolom Kosong yang didampingi Pengurus Aliansi Raja Ampat Bersatu (ARAB), mendapat serangan dari sekelompok orang," jelas Charles Imbir kepada Okezone, Minggu siang.

Tim Sosialisasi Kolom Kosong dianiaya saat sedang beristirahat untuk menikmati hidangan makan malam. "Kelompok yang menyerang Tim Sosialisasi Kolom Kosong menurut keterangan saksi yang ada di tempat kejadian perkara itu antara lain berinisial MD, SM, RB, LS, LE, HW, RU, FM, dan AJ," ujarnya.

Akibat serangan tersebut, menurut Imbir 2 (Dua) orang Relawan Tim Sosialisasi Kolom Kosong masing- masing, Amir Mudumi dan Bertus Manufandu, serta Sekretaris Tim Sosialisasi Kolom Kosong, Noby Numberi mengalami luka lebam.

Selain itu, menurut Charles, warga Kampung Atkari yang juga anggota PPS di Kampung Atkari bernama Muktar Lampelo yang rumahnya berada di depan tempat kejadian juga diserang dengan menggunakan parang. Dia nyaris ditikam menggunakan parang yang merobek seng penutup jendela rumahnya.

Baca Juga:  Selingkuh di Pilkada, 5 Kader PDIP Dipecat

Setelah melakukan serangan tersebut, menurut Charles, para pelaku penyerangan melarikan diri menggunakan dua buah speedboat.

"Menurut penduduk setempat yang juga adalah saksi di tempat kejadian penyerang tersebut bahwa, pelaku penyerangan bukan merupakan penduduk Kampung Atkari, melainkan penduduk dari luar Kampung Atkari Distrik Misool Utara," ujarnya.

Kejadian tersebut dibenarkan juga oleh Kepala Kampung Atkari Abraham Falle, dan ia menyelesaikan kejadian ini. Sebelumnya, juga terjadi penyerangan kepada anggota tiga Tim Sosialisasi Kolom Kosong di kampung Wejim Distrik Kepulauan Sembilan. Anggota Tim Sosialisasi Kolom Kosong yang diserang atas nama Abraham Umpain, Salimudin Salim dan Muhamad Umar Saifudin, ketika acara sosialisasi sedang berlangsung.

Kapolsek Misool, Iptu Max Pigai membenarkan bahwa telah terjadi dugaan penganiayaan. Namun, pihaknya juga telah mengarahkan para korban untuk melaporkan hal tersebut ke Polres Raja Ampat.

"Ya memang benar yah ada informasi tersebut, kejadian tadi malam yah, tapi karena keterbatasan personel di Polsek Misool, kami telah mengarahkan korban penganiyaan untuk melaporkannya ke Polres Raja Ampat," ujar Iptu Max Pigai yang dikonfirmasi Okezone.

Tak hanya di distrik Misool, di kota Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat, seorang relawan KOKO bernama Agus, juga diserang di rumahnya oleh sekelompok orang berjumlah sekitar 15 orang, penyerangan dilakukan di rumah Agus dengan menggunakan sejumlah kayu dan besi. Akibat kejadian itu, Agus mengalami beberapa luka pada bagian tubuhnya.

Belum diketahui pasti penyebab penyerangan terhadap Agus yang merupakan relawan Kotak Kosong tersebut. Hingga saat ini para korban telah berada di Polres Raja Ampat bersama sejumlah relawan Kotak Kosong untuk melaporkan kejadian tersebut.

Sementara itu sempat terjadi insiden saling kejar antara dua kubu di halaman Mapolres Raja Ampat, namun insiden tersebut dengan cepat diredam oleh Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre Manuputty dan sejumlah anggota yang langsung melerai kedua kubu yang tengah emosi.

Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre Manuputty belum dapat dikonfirmasi Okezone, karena masih tengah berupaya menenangkan kedua kubu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini