Wakil Ketua Umum PAN ini pun mengaku tidak kaget dengan hasil survei itu, karena sejak 2004 hingga tahun 2020 saat ini, elektabilitas PAN dalam survei selalu berkisar antara 1-2% saja. Meski PAN masif membuat program, tetapi ketika di survei hasilnya selalu konstan.
"Kalau berdasarkan survei yang dilakukan lembaga survei tersebut maka sejak pemilu 2009 PAN seharusnya tidak lolos parliamentary threshold," tukasnya.
Baca Juga: Pasha Ungu Jadi Ketua DPP PAN, Ternyata Berkaitan dengan Pilgub Sulteng
Padahal, sambung Viva, hasil pemilu ternyata berbeda 500% dengan apa yang ada dalam survei. Karena, PAN selalu lolos ke Senayan sejak Pemilu 2004 lalu demgan perolehan 6,01% hingga 7,59%.
"Padahal, hasil perolehan suara dan kursi di Pemilu sangat berbeda dengan hasil survei. Di Pemilu 2004 memperoleh suara nasional sebesar 6,44%, Pemilu 2009 sebesar 6,01%, Pemilu 2014 sebesar 7,59%, dan Pemilu 2019 sebesar 6,84%," beber mantan politisi Senayan ini.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.