JAKARTA - Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk mewaspadai, adanya potensi peningkatan kasus Covid-19 pasca-kebijakan PSBB transisi diperpanjang.
"Melihat data DKI yang memang ada penurunan memang beberapa progres dari kasus, namun potensi bahwa ini akan timbul kasus meningkat kasus baru cukup besar untuk DKI," kata Dicky kepada Okezone, Jakarta, Senin (26/10/2020).
Baca juga:
PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang, Anies Sebut Kasus Covid-19 Melandai
Resmi, PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang 14 Hari
Dicky menjelaskan, potensi itu bisa terjadi lantaran testing sudah bagus tapi tracing di DKI dinilai belum optimal. Sehingga banyaknya kasus yang belum terdeteksi juga besar.
"Karena target WHO 80 persen tracing itu sedangkan DKI di bawah 50 persen," ujar Dicky.
Sebelumnya dikutip dari laman Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Pemprov DKI, PSBB Masa Transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif, resmi diperpanjang selama 14 hari, terhitung tanggal 26 Oktober sampai 8 November 2020.
“Ini sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid-19. Hal ini sesuai dengan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1020 Tahun 2020,” demikian keterangan dalam laman PPDI.
Pada keputusan tersebut, jika tidak terdapat peningkatan kasus yang signifikan selama perpanjangan PSBB Masa Transisi ini, berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Provinsi, maka akan dilanjutkan perpanjangan selama 14 hari berikutnya. Namun, apabila terjadi peningkatan kasus secara signifikan, maka pemberlakuan PSBB Masa Transisi ini dapat dihentikan.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.