Demo dan Kerusuhan Menolak Langkah Pembatasan Covid-19 Pecah di Italia

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 27 Oktober 2020 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 18 2300336 demo-dan-kerusuhan-menolak-langkah-pembatasan-covid-19-pecah-di-italia-8qOqEQFhdA.jpg Foto: EPA.

ROMA - Protes dengan kekerasan pecah di seluruh Italia pada Senin (26/10/2020) setelah pemerintah memberlakukan pembatasan terbaru untuk mengekang gelombang kedua virus corona di negara itu. Bentrokan dilaporkan di beberapa kota besar, termasuk Turin, di mana demonstran melemparkan bom bensin ke polisi.

Di Milan, gas air mata digunakan untuk membubarkan pengunjuk rasa, sementara kekerasan juga dilaporkan di Napoli.

Demonstrasi dimulai segera setelah perintah pemerintah nasional untuk menutup restoran, bar, gym, dan bioskop mulai berlaku pada pukul 18.00 waktu setempat.

BACA JUGA: Italia Longgarkan Lockdown COVID-19 Terpanjang di Eropa

Banyak daerah juga memberlakukan jam malam malam, termasuk Lombardy, di mana Kota Milan berada, dan Piedmont, di mana Turin berada.

Para pengunjuk rasa menyalakan petasan dan menembakkan suar, sementara polisi dengan perlengkapan anti huru hara merespons dengan gas air mata.

Di Milan, orang banyak meneriakkan "Kebebasan, kebebasan, kebebasan!" saat bentrok dengan polisi di pusat kota. Milan adalah Ibu Kota Lombardy, yang sangat terpukul oleh virus tersebut.

Sejumlah toko mewah di pusat Turin, termasuk butik Gucci, diobrak-abrik oleh kerumunan orang yang tumpah ke jalan setelah peraturan diberlakukan.

BACA JUGA: Angka Kematian COVID-19 Turun Drastis, Negara-negara Eropa Perbesar Pelonggaran Lockdown

Protes terjadi di belasan kota lain, termasuk Roma, Genoa, Palermo, dan Trieste, demikian diwartakan BBC.

Meski penguncian nasional untuk mencegah penyebaran virus corona di Italia pada awal tahun ini dipatuhi dengan damai, pengumuman langkah-langkah baru telah ditanggapi dengan penolakan keras. 

Para pemilik bisnis kecil berpendapat bahwa mereka masih belum pulih dari penguncian pertama, dan lebih banyak pembatasan dapat membuat mereka bangkrut.

Menurut langkah pembatasan terbaru ini, restoran, bar, dan kafe di Italia harus menghentikan layanan meja pada pukul 18:00 dan hanya menawarkan layanan dibawa pulang hingga tengah malam. Olahraga kontak dilarang tetapi toko dan sebagian besar bisnis akan tetap buka.

Pembatasan baru, yang berlaku hingga 24 November, juga akan membuat 75% kelas di sekolah menengah dan universitas Italia dilakukan secara online, bukan di ruang kelas. Pemerintah daerah telah meminta semua kelas dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh, meski angkah tersebut ditentang oleh Menteri Pendidikan Lucia Azzolina.

Pemerintah juga mendesak masyarakat untuk tidak bepergian ke luar kota asal mereka kecuali benar-benar diperlukan dan menghindari penggunaan transportasi umum jika memungkinkan.

Sejumlah negara Eropa lainnya juga telah menerapkan pembatasan baru seteah menyaksikan lonjakan kasus infeksi virus corona. Prancis, Belgia, dan Inggris adalah beberapa negara Eropa yang telah memberlakukan kembali tindakan penguncian mereka untuk merespons peningkatan penularan virus corona.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini