Alquran, Ponsel, dan Pisau Ditemukan pada Pelaku Serangan Pisau Gereja Prancis

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 30 Oktober 2020 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 30 18 2301676 alquran-ponsel-dan-pisau-ditemukan-pada-pelaku-serangan-pisau-gereja-prancis-E2ltikBJZv.jpg Foto: Twitter.

PARIS – Polisi menemukan Alquran, dua ponsel, dan sebilah pisau berukuran 30 cm pada pelaku serangan yang menewaskan tiga orang di gereja Nice, Kamis (29/10/2020). Pelaku dilaporkan masih dalam keadaan kritis akibat dihujani peluru oleh pihak keamanan setelah serangan tersebut.

Pelaku diidentifikasi sebagai Brahim Aouissaoui, pemuda berusia 21 tahun asal Tunisia dan diketahui baru tiba beberapa hari lalu di Prancis. Dia memiliki dokumen Palang Merah Italia, yang dikeluarkan setelah dia tiba di pulau Lampedusa di Italia dengan kapal migran bulan lalu.

BACA JUGA: 3 Orang Tewas dalam Penyerangan di Gereja Nice Prancis, 1 Dipenggal

Sebuah tas berisi dua pisau cadangan dalam sebuah tas milik Aouissaoui.

"Kami juga menemukan tas yang ditinggalkan penyerang. Di samping tas ini ada dua pisau yang tidak digunakan dalam penyerangan," tambahnya sebagaimana dilansir BBC.

Presiden Emmanuel Macron mengatakan insiden itu adalah "serangan teroris Islam" terhadap Prancis dan nilai-nilai yang dianut negara itu. Dia menyatakan akan meningkatkan jumlah personel keamanan untuk melindungi tempat-tempat umum, seperti gereja dan sekolah, akan ditingkatkan dari 3.000 menjadi 7.000, atau lebih dari dua kali lipat.

BACA JUGA: Pelaku Serangan Pisau di Gereja Nice Baru Beberapa Hari Tiba di Prancis

Serangan itu terjadi hanya berselang beberapa pekan setelah pembunuhan serangan lain awal bulan ini di dekat sebuah sekolah di barat laut Paris. Samuel Paty, seorang guru, dipenggal beberapa hari setelah menunjukkan kartun kontroversial Nabi Muhammad kepada beberapa muridnya.

Pembunuhan itu telah meningkatkan ketegangan di Prancis. Pembelaan Macron atas hak untuk menerbitkan kartun dan upaya pemerintah untuk menindak radikal Islam telah membuat marah Turki dan negara-negara mayoritas Muslim lainnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini