Sedangkan untuk virus corona ini, Siti Fadilah menilainya sama dengan flu burung. Kata dia, setiap muncul pandemi, maka akan ada vaksin dan obat.
"Itu bisa ditebak. Kalau orang tidak siap sebelum pandemi, semua orang pasti bingung. Tapi ini ada sekelompok yang ada siap vaksinnya, jadi ini soal bisnis," jelasnya.
Siti Fadilah melanjutkan, kalau pandemi itu munculnya bisnis atau komersialisasi vaksin, maka bisa dipastikan akan terjadi pandemi yang akan datang.
"Kalau ada komersialisasi vaksin, artinya virus diperjualbelikan. Maka pasti si industri vaksin ini akan menyusun kekuatan baru untuk mengadakan pandemi berikutnya, karena panen," ungkapnya.
Namun demikian, Siti tidak bisa membuktikan bahwa virus corona ini bagian dari bio warfare.
"Tapi saya tidak bisa membuktikan. Mungkin saja (virus ini dibuat oleh kelompok tertentu), mungkin China korban, Amerika juga korban. Kemungkinannya, itu perkiraan saya, belum tentu salah belum tentu benar," tuturnya.
Seandainya Siti Fadilah masih menjabat Menkes, dirinya menekankan agar pemerintah harus mandiri, khususnya terkait vaksin. Apalagi ia mengetahui antibodi orang Indonesia sangat luar biasa.
"Indonesia harus mandiri membuat vaksin kalau perlu vaksin, kalau tidak perlu, tidak perlu dibuat. Orang Indonesia antibodinya tinggi-tinggi. Pada saat flu burung, antibodi orang Indonesia sangat luar biasa. Mampulah (buat vaksin sendiri)," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.