BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan, sebanyak 408 wisatawan dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test Covid-19 yang digelar secara acak di Provinsi Jabar selama libur panjang.
Hasil tersebut diperoleh dari rapid test acak yang digelar di 14 kabupaten/kota. Rapid test difokuskan di kabupaten/kota yang memiliki destinasi wisata yang kerap banyak dikunjungi wisatawan pada hari libur.
"Total hampir 14.000 (wisatawan) yang dites, yang reaktif 408 wisatawan dan langsung di-swab. Tapi, karena (uji lab) antre, belum ada hasilnya. Asumsi terburuk, sebanyak itu yang positif Covid-19, meski dari pengalaman tidak 100 persen yang positif," ucap Ridwan Kamil dalam konferensi pers yang juga digelar secara virtual dari Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (2/11/2020).
Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, berdasarkan hasil kajian epidemiologi selama sepekan terakhir, Kota Bekasi kini berstatus zona merah Covid-19 setelah sebelumnya ditempati Kota Depok.
Meski kini berstatus zona merah, kata Kang Emil, Kota Bekasi menempati peringkat pertama penanganan Covid-19 berdasarkan kapasitas testing, tracing, treatment, kapasitas rumah sakit, pencegahan, hingga tata kelola.
"Skor tertinggi ada di Kota Bekasi, kedua adalah Kota Bogor, ketiga Kota Cimahi, keempat Kota Bandung, dan kelima Kota Cirebon. Saya berharap, daerah lain terus memperbaiki kinerja penanganan Covid-19," tuturnya.