Kenaikan Upah Minimum dan Legalisasi Ganja Juga Diputuskan dalam Pemilu AS

Agregasi VOA, · Kamis 05 November 2020 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 18 2304436 kenaikan-upah-minimum-dan-legalisasi-ganja-juga-diputuskan-dalam-pemilu-as-PnAGxk41eN.jpg Pemilih AS memutuskan beragam isu dalam pemilihan presiden 2020, termasuk legalisasi ganja (Foto: Ilustrasi VOA Indonesia)

SELAIN memilih presiden-wakil presiden dan anggota-anggota Kongres, warga Amerika juga memutuskan beragam inisiatif dalam pemilihan presiden tahun 2020 ini.

Menurut CBS News, sedikitnya ada 120 inisiatif dalam surat suara di 32 negara bagian, termasuk Puerto Rico dan Distrik Columbia. Inisiatif-inisiatif itu memberi pilihan kepada para pemilih untuk mengubah aturan hukum atau konstitusi di suatu negara bagian secara langsung.

Baca Juga: Pilpres AS Memanas, "Skenario Kiamat" yang Ditakutkan Rakyat Amerika Terwujud?

Inisiatif yang paling penting ditemukan di negara bagian California, di mana Proposition 22 akan menentukan apakah perusahaan-perusahaan berbasis aplikasi seperti Uber, Lyft atau lainnya dapat terus menggolongkan para pekerjanya sebagai pekerja mandiri dan bukan karyawan perusahaan. Lima puluh delapan persen warga mendukung hal itu.

Beberapa inisiatif penting lain yang juga diputuskan dalam pemilihan presiden, Selasa 3 November 2020 antara lain:

Lima puluh dua persen penduduk Puerto Rico memilih inisiatif kewarganegaraan yang tidak mengikat. Hasilnya memang belum diberlakukan secara resmi. Saat ini, warga Puerto Rico adalah warga Amerika tetapi tidak memiliki perwakilan suara di Kongres.

Enam puluh satu persen warga Florida memutuskan untuk menaikkan upah minimum menjadi 15 dolar per jam pada tahun 2026. Hasilnya juga belum diresmikan. Inisiatif ini akan menaikkan upah menjadi 10 dolar per jam pada tahun 2021 dan menaikkan satu dolar per tahun hingga mencapai 15 dolar per jam.

Arizona, Montana, New Jersey dan South Dakota mengesahkan langkah-langkah untuk melegalkan ganja untuk tujuan bukan pengobatan bagi individu yang berusia 21 tahun ke atas.

Warga California memutuskan untuk mengizinkan narapidana yang dibebaskan bersyarat dapat memberikan suara dalam pemilihan presiden. Mereka tampaknya menolak proposisi atau aturan yang memungkinkan anak di bawah 17 tahun untuk memberikan suara dalam pemilihan presiden atau pemilihan khusus, asalkan ia sudah berusia 18 tahun pada hari pemilihan itu. Warga juga menolak aturan untuk menghapus uang jaminan pengadilan.

Warga di Colorado menyetujui langkah untuk memberikan suara elektoral mereka kepada presiden yang memenangkan suara terbanyak. Warga menolak inisiatif yang melarang aborsi setelah 22 minggu kecuali nyawa sang ibu terancam.

Baca Juga: Trump Ajukan Tuntutan Hukum Hentikan Penghitungan Suara di Georgia

Warga di Louisiana menyetujui inisiatif untuk menambahkan kata-kata yang menjelaskan bahwa berdasarkan konsitusi negara bagian itu maka tidak ada hak eksplisit untuk melakukan aborsi.

Oregon menyetujui inisiatif yang akan mendekriminalisasi kepelikan narkoba seperti kokain, heroin dan memthamphetamine. Negara bagian itu juga setuju untuk melegalkan jamur psychedelic. Warga Distrik Columbia juga mendekriminalisasi jamur psychedelic.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini