Status Gunung Merapi Meningkat Jadi Siaga

Suharjono, Koran SI · Kamis 05 November 2020 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 510 2304735 status-gunung-merapi-meningkat-jadi-siaga-wi172Reqap.jpg Gunung Merapi (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) akhirnya menaikkan status Gunung Merapi dari Waspada menjadi Siaga atau level III. Langkah ini dilakukan menyusul semakin meningkatnya aktivitas vulkanik di gunung yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah ini.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan, setelah letusan eksplosif 21 Juni 2020, kegempaan internal yaitu VA, Vulkanik Dangkal (VB) dan Fase Banyak (MP) mulai meningkat. Sebagai perbandingan, pada Mei 2020 gempa VA dan VB tidak terjadi dan gempa MP terjadi 174 kali.

Baca Juga:  Dalam Sehari, Gunung Merapi Alami 117 Gempa Guguran 

Pada Juli 2020 terjadi gempa VA 6 kali, VB 33 kali dan MP 339 kali. Selain itu juga terjadi pemendekan jarak baseline Electronic Distance Measurement (EDM) sektor Barat Laut Babadan-RB1 (selanjutnya disingkat EDM Babadan) sebesar 4 cm sesaat setelah terjadi letusan eksplosif 21 Juni 2020.

"Setelah itu pemendekan jarak terus berlangsung dengan laju sekitar 3 mm/hari sampai September 2020. Sejak bulan Oktober 2020 lalu, kegempaan meningkat semakin intensif. Pada 4 November 2020 rata-rata gempa VB 29 kali/hari, MP 272 kali/hari, Guguran (RF) 57 kali/hari, Hembusan (DG) 64 kali/hari," ujarnya di Yogyakarta, Kamis (5/11 /2020).

"Laju pemendekan EDM Babadan mencapai 1 1 cm/hari. Energi kumulatif gempa (VT dan MP) dalam setahun sebesar 58 GJ. Kondisi data pemantauan di atas sudah melampaui kondisi menjelang munculnya kubah lava 26 April 2006, tetapi masih lebih rendah jika dibandingkan dengan kondisi sebelum erupsi 2010," imbuhnya.

Dijelaskannya, berdasarkan pengamatan morfologi kawah Gunung Merapi dengan metoda Foto Udara (Drone) pada tanggal 3 November 2020 belum terlihat adanya kubah lava baru. Sampai saat ini kegempaan dan deformasi masih terus meningkat.

"Berdasarkan hal tersebut dimungkinkan terjadi proses ekstrusi magma secara cepat atau letusan eksplosif. Begitu juga dengan ancaman guguran lava, lontaran material dan awanpanas sejauh maksimal 5 km," beber dia.

Baca Juga:  Gunung Merapi Menggembung, Masyakarat Diimbau Tenang dan Waspada

Berdasarkan evaluasi data pemantauan tersebut di atas kata Hanik, dapat disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik saat ini dapat berlanjut ke erupsi yang membahayakan penduduk. "Sehubungan dengan hal tersebut maka status aktivitas Gunung Merapi ditingkatkan dari Waspada (level Il) menjadi Siaga (level Ill) berlaku mulai tanggal 5 November 2020 pukul 12.00 WIB," tandas dia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini