Hadapi Dakwaan Kejahatan Perang, Presiden Kosovo Pilih Mundur

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 06 November 2020 09:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 18 2305091 hadapi-dakwaan-kejahatan-perang-presiden-kosovo-pilih-mundur-FQi2Ehuc76.jpg Presiden Kosovo, Hashim Thaci. (Foto: Reuters)

PRISTINA - Presiden Kosovo, Hashim Thaci, telah mengundurkan diri dan akan menghadapi persidangan di Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, setelah didakwa atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Seperti yang saya janjikan, saya tidak akan pergi ke pengadilan sebagai Presiden Kosovo," kata Thaci dalam konferensi pers di Ibu Kota Kosovo, Pristina pada Kamis (5/11/2020).

Thaci menjelaskan pengunduran dirinya sebelum persidangan, dengan mengatakan bahwa dia tidak ingin merusak "integritas kepresidenan Kosovo, negara Kosovo, dan rakyat Kosovo".

BACA JUGA: Presiden Kosovo Terancam Didakwa Atas Kejahatan Perang

Dakwaan terhadap Thaci diajukan pada Juni oleh Kantor Kejaksaan Spesialis. Selain sang Presiden, beberapa mantan anggota Tentara Pembebasan Kosovo (KLA) yang kemudian menjadi politisi, termasuk Pemimpin Partai Demokrat Kosovo Kadri Veseli juga dituntut dalam dakwaan tersebut, demikian diwartakan RT.

KLA adalah kelompok gerilyawan etnik Albania, yang melawan kendali Serbia dan berusaha memisahkan Kosovo dari Yugoslavia dan Serbia pada 1990-an. Kelompok itu aktif selama 90-an dan 2000-an, sampai Kosovo mendeklarasikan kemerdekaan pada 2008.

BACA JUGA: Rumah PM Kosovo Diserbu

Pada saat itu, nom de guerre Thaci adalah 'si Ular', karena kemampuannya untuk menghindari pihak berwenang. Saat menjadi komandan KLA, dia diduga terlibat dalam pembunuhan politisi dan perwira militer Kosovo, di mana pengadilan Distrik Pristina menjatuhkan hukuman in absentia 10 tahun penjara pada 1997.

Jaksa menuduh Thaci bertanggung jawab atas hampir 100 pembunuhan. Pimpinan parlemen Kosovo akan mengambil alih sebagai penjabat presiden sampai pemimpin baru dapat dipilih.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini