Status Merapi Siaga, 10 Penambangan di Sungai Gendol Ditutup

Priyo Setyawan, Koran SI · Sabtu 07 November 2020 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 510 2305586 status-merapi-siaga-10-penambangan-di-sungai-gendol-ditutup-8AwOrdK8K9.JPG Foto: Sindo/Priyo

SLEMAN - Adanya kenaikan status Merapi dari waspada (level) II ke siaga (level) II langsung direspon oleh Pemkab Sleman. Selain menyiapkan barak pengungsian, juga dengan menutup aktivitas penambangan pasir, di aliran sungai yang berhulu di Merapi. Penutupan penambangan itu mulai berlaku, Jumat (6/11/2020).

Panewu Cangkringan, Sleman, Suparmono mengatakan, dengan adanya peningkatan status Merapi dari waspada ke siaga, maka seluruh aktivitas penambangan di lereng Merapi, terutama di aliran sungai Gendol dan kuning yang jaraknya kurang dari 5 kilometer (km) tutup.

“Penutupan ini sesuai dengan anjuran dari BPPTKG,” kata Suparmono di sela-sela kerja bakti pembersihan barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Jumat (6/11/2020).

Baca juga:

Merapi Siaga III, Sleman Tetapkan Tanggap Darurat Bencana 5-30 November 2020

Desa Berjarak 3,5 Km dari Puncak Merapi Bersiap Hadapi Erupsi

Suparmono menjelaskan, dari pengumpulan data penambangan di sungai Gendol dan Kuning, ada 14 penambangan yang mendapatkan izin. Dari jumlah itu 10 penambangan ada di radius 5 km dan 4 penambangan di luar radius tersebut.

Sesuai dengan anjuran BPPTKG, maka 10 penambangan yang ada di radis 5 km dari puncak Merapi ditutup, untuk empat penambangan lainnya masih boleh buka.

“Empat penambangan yang masih operasional, tiga di sungai Gendol, satu di sungai Kuning,” paparnya.

Hal yang sama diungkapkan Bupati Sleman Sri Purnomo. Ia mengatakan, dengan kenaikan status Merapi dari waspada ke siaga, maka sudah mengirimkan surat rekomendasi kepada BBWWSO untuk menghentikan aktivitas penambangan pasir aliran sungai yang berhulu di lereng Merapi.

“Keselamatan jauh lebih penting dibandingkan yang lain,” paparnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini