Merapi Siaga, Kelompok Rentan Warga Sleman Mulai Tempati Barak Pengungsian

Priyo Setyawan, Koran SI · Sabtu 07 November 2020 20:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 07 510 2305931 merapi-siaga-kelompok-rentan-warga-sleman-mulai-tempati-barak-pengungsian-bs1mnOt8A3.jpg Kelompok rentan mulai mengungsi (Foto: Priyo)

SLEMAN - Kelompok rentan (lansia, ibu hamil, anak-anak dan disabilitas) warga Kalitengan Lor, Cangkringan, Sleman mulai menempati barak pengungsian Glagaharjo, Sabtu (7/11/2020) sore.

Tercatat ada 133 orang yang masuk kelompok rentan. Terdiri dari lansia 95 orang. Ibu hamil tiga orang, anak-anak 30 orang dan disabilitas 5 orang. Untuk lansia 24 di antaranya pasangan suami istri.

Ada dua barak di tempat tersebut. Satu barak di sisi selatan untuk lansia dan yang di sisi utara untuk anak-anak dan disabilitas. Sedangkan ibu hamil ditempatkan di dekat pos kesehatan yang berada di dekat balai Kaluharan Glagaharjo yang adai di bawahnya.

Para pengungsi tersebut masing-masing menempati satu bilik berukuran 2,2 meter dan 3 meter. Satu bilik berisi satu orang. Namun untuk lansia suami istri bisa menempati satu bilik. Dalam bilik itu berisi satu kasur busa.

Para pengungsi dari kelompok rentan itu melakukan evakuasi mandiri. Mereka datang seara bergelombang, muai pukul 15.45 WIB. Ada yang mengunakan truk, pick up dan sepeda motor. Setibanya di lokasi langsung menuju bilik sesuai dengan nomor yang sudah diberikan kepada mereka sebelumnya.

Panenwu Cankringan, Sleman Suparmono mengatakan para pengungsi kelomppk rentan tersebut melakukan evakuasi mandiri. Mereka berasal dari padukuhan Kalitengah Lor yang jaraknya dari puncak Merapi kurang dari 5 kilometer (km) dan sesuai anjura BPPTKG harus diungsikan.

“Mereka turun dengan kesadaran sendiri setelah diskusi dengan Pak Dukuh dan Pak RT," kata Suparmono di barak pengungsan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Sabtu (7/11/2020).

Suparmono menjelaskan di masa pandemi COVID-19, maka para pengungsi tempatnya disekat. Selain memudahkan untuk menempatkan barang-barangnya sendiri juga untuk penerapan protokol kesegatan (prokes). Termasuk pemakaian masker dan cuci tangan.

"Mereka akan pindah sementara tidur di barak sampai waktu yang tidak ditentukan. Untuk wira-wiri masih boleh saat mengungsi," jelasnya.

Menurut Suparmono untuk sarana dan prasaraa di barak pengungsian juga sudah siap, seperti MCK, tempat cuci tangan, posko kesehatan dan dapur umum. Termasuk ada barak pengungsian bagi ternak milik para pengungsi, yang letaknyadi timur lapangan depan barak pengunsian.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini